<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814</id><updated>2012-02-08T12:30:06.153+08:00</updated><category term='Politik'/><category term='Galeri'/><category term='Kegiatan'/><title type='text'>BaDai KhiLaFaH</title><subtitle type='html'>Kerinduan Akan Tegaknya Syari'ah dan Khilafah ke-2</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-1572661517112773424</id><published>2012-02-08T12:26:00.001+08:00</published><updated>2012-02-08T12:30:06.166+08:00</updated><title type='text'>Maulid Nabi SAW: Upaya Meneladani Sebagai Uswatun Hasanah</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-q-IOJJUgHtc/TzH48jw32GI/AAAAAAAAAMs/H8kfChuVVpY/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-q-IOJJUgHtc/TzH48jw32GI/AAAAAAAAAMs/H8kfChuVVpY/s1600/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tak terasa, kita kembali ada di bulan Rabiul Awwal, yangdiyakini oleh kaum Mjuslim sebagai bulan kelahiran Baginda Rasulullah saw.Seperti biasa, Peringatan Hari Kelahiran Baginda Rasulullah saw. Muhammad—ataudikenal dengan Peringatan Maulid Nabi saw.—ramai diselenggarakan oleh kaumMuslim di berbagai tempat, khususnya di Tanah Air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Namun demikian, tanpa mengurangi sikap pengagungan kitaterhadap Baginda Rasulullah saw., kelahiran seorang manusia—termasukbeliau—sebetulnya merupakan perkara yang biasa saja. Bagaimana tidak? Setiaphari, setiap jam, bahkan setiap menit dunia ini tidak henti-hentinya menyambutkelahiran bayi-bayi manusia yang baru. Karena perkara yang biasa-biasa saja,tidak terasa bahwa dunia ini telah dihuni lebih dari 6 miliar jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Karena itulah, barangkali, Nabi kita, Rasulullah Muhammadsaw. tidak menjadikan hari kelahirannya sebagai hari yang istimewa, atausebagai hari yang setiap tahunnya harus diperingati. Keluarga beliau, baik padamasa Jahiliah maupun pada masa Islam, juga tidak pernah memperingatinya.Padahal beliau adalah orang yang sangat dicintai oleh keluarganya. Mengapa?Sebab, dalam tradisi masyarakat Arab, baik pada zaman Jahiliah maupun zamanIslam, peringatan atas hari kelahiran seseorang tidaklah dikenal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bagaimana dengan para Sahabat beliau? Kita tahu, tidak adaseorang pun yang cintanya kepada Nabi Muhammad saw. melebihi kecintaan paraSahabat kepada beliau. Dengan kata lain, di dunia ini, para Sahabatlah yangpaling mencintai Nabi Muhammad saw.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Namun demikian, peringatan atas kelahiran (maulid) NabiMuhammad saw. juga tidak pernah dilakukan para Sahabat beliau itu; meskipundengan alasan untuk mengagungkan beliau. Wajar jika dalam Sirah Nabi saw. dandalam sejarah otentik para sahabat beliau, sangat sulit ditemukan fragmenPeringatan Maulid Nabi Muhammad saw., baik yang dilakukan oleh Nabi saw.sendiri maupun oleh para Sahabat beliau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bahkan ketika Khalifah Umar bin al-Khaththab bermusyawarahmengenai sesuai yang sangat penting dengan para sahabat, yakni mengenai perlunyapenanggalan Islam, mereka hanya mengemukakan dua pilihan, yakni memulai tahunIslam dari sejak diutusnya Muhammad sebagai rasul atau sejak beliau hijrah keMadinah. Akhirnya, pilihan Khalifah Umar—yang disepakati para sahabat—jatuhpada yang terakhir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;Khalifah Umar beralasan, Hijrah adalah pembeda antara yanghaq dan yang batil. (Ath-Thabari, Târîkh ath-Thabari, 2/3). Saat itu tidak adaseorang sahabat pun yang mengusulkan tahun Islam dimulai sejak lahirnya NabiMuhammad saw.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Demikian pula ketika mereka bermusyawarah tentang daribulan apa tahun Hijrah dimulai; mereka pun hanya mengajukan dua alternatif,yakni bulan Ramadhan dan bulan Muharram. Pilihan akhirnya jatuh pada yangterakhir, karena bulan Muharram adalah bulan ketika orang-orang kembali dari menunaikanibadah haji, dan Muharram adalah salah satu bulan suci. (Ath-Thabari, ibid.).Saat itu pun tidak ada yang mengusulkan bulan Rabiul Awwal, bulan lahirnyaRasulullah saw., sebagai awal bulan tahun Hijrah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Realitas tersebut, paling tidak, menunjukkan bahwa parasahabat sendiri tidak terlalu ‘memandang penting’ momentum hari dan tahunkelahiran Nabi Muhammad saw., sebagaimana orang-orang Kristen memandang pentinghari dan tahun kelahiran Isa al-Masih, yang kemudian mereka peringati sebagaiHari Natal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Itu membuktikan bahwa para sahabat bukanlah orang-orangyang biasa mengkultuskan Nabi Muhammad saw., sebagaimana orang-orang Nasranimengkultuskan Isa as. Hal itu karena mereka tentu sangat memahami benar sabdaNabi Muhammad saw. sendiri yang pernah menyatakan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabcenter" style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;لاَ تُطْرُوُنِى كمَا أَطْرَتِ النَصَارَىإِبْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimanaorang-orang Nasrani mengkultuskan putra Maryam (Isa as.), karena sesungguhnyaaku hanya sekadar seorang hamba-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; (HR al-Bukharidan Ahmad).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Memang, sebagaimana manusia lainnya, secara fisik ataulahiriah, tidak ada yang istimewa pada diri Muhammad saw. sebagai manusia,selain beliau adalah seorang Arab dari keturunan yang dimuliakan ditengah-tengah kaumnya. Wajarlah jika Allah Swt., melalui lisan beliau sendiri,berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabcenter" style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Katakanlah, “Sungguh, aku ini manusia biasa sepertikalian…”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; (QS Fushshilat [41]: 6).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lalu mengapa setiap tahun kaum Muslim saat ini begituantusias memperingati Maulid Nabi Muhammad saw.; sesuatu yang bahkan tidak dilakukanoleh Nabi saw. sendiri dan para sahabat beliau?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Berbagai jawaban atau alasan dari mereka yang memperingatiMaulid Nabi Muhammad saw. biasanya bermuara pada kesimpulan, bahwa Muhammadsaw. memang manusia biasa, tetapi beliau adalah manusia teragung, karena beliauadalah nabi dan rasul yang telah diberi wahyu; beliau adalah pembawa risalahsekaligus penebar rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, kelahirannya sangatlayak diperingati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. sendiri tidak lainmerupakan sebuah sikap pengagungan dan penghormatan (ta‘zhîman wa takrîman)terhadap beliau dalam kapasitasnya sebagai nabi dan rasul; sebagai pembawarisalah sekaligus penebar rahmat bagi seluruh alam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Walhasil, jika memang demikian kenyataannya, kita dapatmemahami makna Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. yang diselenggarakan setiaptahun oleh sebagian kaum Muslim saat ini, yakni sebagai bentuk pengagungan danpenghormatan beliau dalam kapasitasnya sebagai nabi dan rasul Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Itulah yang menjadikan beliau sangat istimewa dibandingkandengan manusia yang lain. Keistimewaan beliau tidak lain karena beliau diberiwahyu oleh Allah Swt., yang tidak diberikan kepada kebanyakan manusia lainnya.Allah Swt. berfirman (masih dalam surah dan ayat yang sama):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabcenter" style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْيُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Katakanlah, “Sungguh, aku ini manusia biasa sepertikalian. (Hanya saja) aku telah diberi wahyu, bahwa Tuhan kalian adalah TuhanYang Maha Esa. Karena itu, tetaplah kalian istiqamah pada jalan yang menujukepada-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;(QS Fushshilat [41]: 6).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Makna Kelahiran Muhammad saw.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Muhammad saw. tentu tidaklah bermakna apa-apa seandainya beliau tidakdiangkat sebagai nabi dan rasul Allah, yang bertugas untuk menyampaikanwahyu-Nya kepada umat manusia agar mereka mau diatur dengan aturan apa sajayang telah diwahyukan-Nya kepada Nabi-Nya itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Karena itu, Peringatan Maulid Nabi saw. pun tidak akanbermakna apa-apa—selain sebagai aktivitas ritual dan rutinitas belaka—jika kaumMuslim tidak mau diatur oleh wahyu Allah, yakni al-Quran dan as-Sunnah, yangtelah dibawa oleh Nabi Muhammad saw. ke tengah-tengah mereka. Padahal, AllahSwt. telah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabcenter" style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُوَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah;apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah. (&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;QS al-Hasyr [59]: 7).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lebih dari itu, pengagungan dan penghormatan kepadaRasulullah Muhammad saw., yang antara lain diekspresikan dengan PeringatanMaulid Nabi saw., sejatinya merupakan perwujudan kecintaan kepada Allah, karenaMuhammad saw. adalah kekasih-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jika memang demikian kenyataannya maka kaum Muslim wajibmengikuti sekaligus meneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh aspek kehidupannya,bukan sekadar dalam aspek ibadah ritual dan akhlaknya saja. Allah Swt.berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabcenter" style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَفَاتَّبِعُونِي&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah,ikutilah aku.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; (QS Ali Imran [3]: 31).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam ayat di atas, frasa f&lt;i&gt;attabi‘ûnî &lt;/i&gt;(ikutilahaku) bermakna umum, karena memang tidak ada indikasi adanya pengkhususan (&lt;i&gt;takhshîsh&lt;/i&gt;),pembatasan (&lt;i&gt;taqyîd&lt;/i&gt;), atau penekanan (&lt;i&gt;tahsyîr&lt;/i&gt;) hanya padaaspek-aspek tertentu yang dipraktikkan Nabi saw.&lt;br /&gt;Di samping itu, Allah Swt. juga berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabcenter" style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sesungguhnya engkau berada di atas khuluq yang agung.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; (QS al-Qalam [68]: 4).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Di dalam tafsirnya, Imam Jalalin menyatakan bahwa katakhuluq dalam ayat di atas bermakna dîn (agama, jalan hidup) (Lihat: Jalalain,Tafsîr Jalâlayn, 1/758). Dengan demikian, ayat di atas bisa dimaknai:Sesungguhnya engkau berada di atas agama/jalan hidup yang agung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tegasnya, menurut Imam Ibn Katsir, dengan mengutip pendapatIbn Abbas, ayat itu bermakna: Sesungguhnya engkau berada di atas agama/jalanhidup yang agung, yakni Islam (Lihat: Ibn Katsir, Tafsîr Ibn Katsîr, 4/403).Ibn Katsir lalu mengaitkan ayat ini dengan sebuah hadis yang meriwayatkan bahwaAisyah istri Nabi saw. pernah ditanya oleh Sa’ad bin Hisyam mengenai akhlakNabi saw. Aisyah lalu menjawab:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabcenter" style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sesungguhnya akhlaknya adalah al-Quran. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;(HR Ahmad).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dengan demikian, berdasarkan ayat al-Quran dan hadispenuturan Aisyah di atas, dapat disimpulkan bahwa meneladani Nabi Muhammad saw.hakikatnya adalah dengan cara mengamalkan seluruh isi al-Quran, yang tidakhanya menyangkut ibadah ritual dan akhlak saja, tetapi mencakup seluruh aspekkehidupan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Artinya, kaum Muslim dituntut untuk mengikuti danmeneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh perilakunya: mulai dari akidah danibadahnya; makanan/minuman, pakaian, dan akhlaknya; hingga berbagai muamalahyang dilakukannya seperti dalam bidang ekonomi, sosial, politik, pendidikan,hukum, dan pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sebab, Rasulullah saw. sendiri tidak hanya mengajari kitabagaimana mengucapkan syahadat serta melaksanakan shalat, shaum, zakat, danhaji secara benar; tetapi juga mengajarkan bagaimana mencari nafkah, melakukantransaksi ekonomi, menjalani kehidupan sosial, menjalankan pendidikan,melaksanakan aktivitas politik (pengaturan masyarakat), menerapkansanksi-sanksi hukum (&lt;i&gt;‘uqûbat&lt;/i&gt;) bagi pelaku kriminal, dan mengaturpemerintahan/negara secara benar. Lalu, apakah memang Rasulullah saw. hanyalayak diikuti dan diteladani dalam masalah ibadah ritual dan akhlaknya saja,tidak dalam perkara-perkara lainnya? Tentu saja tidak!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jika demikian, mengapa saat ini kita tidak mau meninggalkanriba dan transaksi-transaksi batil yang dibuat oleh sistem Kapitalisme sekular;tidak mau mengatur urusan sosial dengan aturan Islam; tidak mau menjalankanpendidikan dan politik Islam; tidak mau menerapkan sanksi-sanksi hukum Islam (seperti&lt;i&gt;qishâsh&lt;/i&gt;, potong tangan bagi pencuri, rajam bagi pezina, cambuk bagipemabuk, hukuman mati bagi yang murtad, dll); juga tidak mau mengaturpemerintahan/negara dengan aturan-aturan Islam? Bukankah semua itu justrupernah dipraktikan oleh Rasulullah saw. selama bertahun-tahun di Madinah dalamkedudukannya sebagai kepala Negara Islam (Daulah Islamiyah)?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kelahiran Nabi saw.: Kelahiran Masyarakat Baru&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, masa sebelum Islam adalah masa kegelapan, dan masyarakatsebelum Islam adalah masyarakat Jahiliah. Akan tetapi, sejak kelahiran (maulid)Muhammad saw. di tengah-tengah mereka, yang kemudian diangkat oleh Allahsebagai nabi dan rasul pembawa risalah Islam ke tengah-tengah mereka, dalamwaktu hanya 23 tahun, masa kegelapan mereka berakhir digantikan dengan masa‘cahaya’; masyarakat Jahiliah terkubur digantikan dengan lahirnya masyarakatbaru, yakni masyarakat Islam. Sejak itu, Nabi Muhammad saw. adalah pemimpin disegala bidang. Ia memimpin umat di masjid, di pemerintahan, bahkan di medan pertempuran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Karena itu, kita bisa menyimpulkan bahwa makna terpentingdari kelahiran Nabi Muhammad saw. adalah keberadaannya yang telah mampumembidani kelahiran masyarakat baru, yakni masyarakat Islam; sebuah masyarakatyang tatanan kehidupannya diatur seluruhnya oleh aturan-aturan Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Sebelum melangkah lebih jauh kita cekdan ricek sejarah atau asal mula perayaan maulid nabi Muhammad SAW.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tiga bulan setelah pertempuran Hittin, pada hari yang tepatsama ketika Nabi Muhammad diperjalankan dari Mekah ke Yerusalem dalam Isra’Mi’raj&amp;nbsp; (bertepatan 2 Oktober 1187), pasukan Shalahuddin memasuki BaitulMaqdis (Palestina). Kawasan ini akhirnya bisa direbut kembali oleh pasukanIslam setelah 88 tahun berada dalam cengkeraman musuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Awalmula perayaan Maulid Nabi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kurang lebih lima bulan sebelum peristiwa itu terjadi,Shalahuddin dihadapkan pada perilaku kaum Muslimin yang tampak loyo dan takpunya semangat jihad. Mereka dihinggapi penyakit wahn (cinta dunia dan takutmati). Spirit perjuangan yang pernah dimiliki tokoh-tokoh terdahulu tak lagimembekas di hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Shalahuddin lantas menggagas sebuah festival yang diberinama peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Tujuannyauntuk menumbuhkan dan membangkitkan spirit perjuangan. Di festival ini dikajihabis-habisan sirah nabawiyah (sejarah nabi) dan atsar (perkataan) sahabat,terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai jihad.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Festival ini berlangsung dua bulan berturut-turut. Hasilnyaluar biasa. Banyak pemuda Muslim yang mendaftar untuk berjihad membebaskanPalestina. Mereka pun siap mengikuti pendidikan kemiliteran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Shalahuddin berhasil menghimpun pasukan yang terdiri ataspara pemuda dari berbagai negeri Islam. Pasukan ini kemudian berhasilmengalahkan Pasukan Salib di Hittin (dekat Acre, kini dikuasai Israel) pada 4Juli 1187. Pasukan Kristen bahkan akhirnya terdesak dan terkurung di BaitulMaqdis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dua pemimpin tentara Perang Salib, Reynald dari Chatillon(Prancis) dan Raja Guy, dibawa ke hadapan Shalahuddin. Reynald akhirnyadijatuhi hukuman mati karena terbukti memimpin pembantaian yang sangat kejikepada orang-orang Islam. Namun Raja Guy dibebaskan karena tidak melakukankekejaman yang serupa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keteladanan Shalahuddin Al-Ayyubi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kemenangan tentara Islam yang dipimpin Shalahuddin membuatmarah dunia Kristen. Mereka kemudian mengirimkan pasukan gabungan Eropa yangdipimpin Raja Perancis Phillip Augustus, Kaisar Jerman&amp;nbsp; FrederickBarbarossa dan Raja Inggris Richard “Si Hati Singa” (&lt;i&gt;the Lion Heart&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pada masa ini pertempuran berlangsung sengit. Pada tahun1194, Richard yang digambarkan sebagai seorang pahlawan dalam sejarah Inggris,memerintahkan untuk menghukum mati 3000 orang Islam, yang kebanyakan diantaranya wanita-wanita dan anak-anak. Tragedi ini berlangsung di Kastil Acre. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Suatu hari, Richard sakit keras. Mendengar kabar itu,Shalahuddin secara sembunyi-sembunyi berusaha mendatanginya. Ia mengendap-endapke tenda Richard. Begitu tiba, bukannya membunuh, malah dengan ilmu kedokteranyang hebat Shalahudin mengobati Richard hingga akhirnya sembuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Richard terkesan dengan kebesaran hati Shalahuddin. Ia punmenawarkan damai dan berjanji akan menarik mundur pasukan Kristen pulang keEropa. Mereka pun menandatangani perjanjian damai (1197). Dalam perjanjian itu,Shalahuddin membebaskan orang Kristen untuk mengunjungi Palestina, asal merekadatang dengan damai dan tidak membawa senjata. Selama delapan abad berikutnya,Palestina berada di bawah kendali kaum Muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Jadi…..!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Walhasil, Peringatan Maulid Nabi saw. sejatinya dijadikanmomentum bagi kaum Muslim untuk terus berusaha melahirkan kembali masyarakatbaru, yakni masyarakat Islam, sebagaimana yang pernah dibidani kelahirannyaoleh Rasulullah saw. di Madinah. Sebab, siapapun tahu, masyarakat sekarangtidak ada bedanya dengan masyarakat Arab pra-Islam, yakni sama-sama Jahiliah.Sebagaimana masa Jahiliah dulu, saat ini pun aturan-aturan Islam tidakditerapkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Karena aturan-aturan Islam—sebagaimana aturan-aturanlain—tidak mungkin tegak tanpa adanya negara, maka menegakkan negara yang akanmemberlakukan aturan-aturan Islam adalah keniscayaan. Inilah juga yang disadaribenar oleh Rasulullah saw. sejak awal dakwahnya. Rasulullah saw. tidak hanyamenyeru manusia agar beribadah secara ritual kepada Allah dan berakhlak baik,tetapi juga menyeru mereka seluruhnya agar menerapkan semua aturan-aturan Allahdalam seluruh aspek kehidupan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sejak awal, bahkan para pemuka bangsa Arab saat itumenyadari, bahwa secara politik dakwah Rasulullah saw. akan mengancam kedudukandan kekuasaan mereka. Itulah yang menjadi alasan orang-orang seperti Abu Jahal,Abu Lahab, Walid bin Mughirah, dan para pemuka bangsa Arab lainnya sangat kerasmenentang dakwah Rasulullah saw. Akan tetapi, semua penentangan itu akhirnyadapat diatasi oleh Rasulullah saw. sampai beliau berhasil menegakkankekuasaannya di Madinah sekaligus melibas kekuasaan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Walhasil, dakwah seperti itulah yang juga harus dilakukanoleh kaum Muslim saat ini, yakni dakwah untuk menegakkan kekuasaan Islam yangakan memberlakukan aturan-aturan Islam, sekaligus yang akan meruntuhkankekuasaan rezim kafir yang telah memberlakukan aturan-aturan kufur selama ini.Hanya dengan itulah Peringatan Maulid Nabi saw. yang diselenggarakan setiaptahun akan jauh lebih bermakna. &lt;i&gt;Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb. []&lt;b&gt; Arief B.Iskandar ,&lt;/b&gt;redaktur Al wa’ie&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Era muslim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hizbut tahrir&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;vitae.multiply&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-1572661517112773424?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/1572661517112773424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2012/02/maulid-nabi-saw-upaya-meneladani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/1572661517112773424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/1572661517112773424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2012/02/maulid-nabi-saw-upaya-meneladani.html' title='Maulid Nabi SAW: Upaya Meneladani Sebagai Uswatun Hasanah'/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-q-IOJJUgHtc/TzH48jw32GI/AAAAAAAAAMs/H8kfChuVVpY/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-2538634742842898841</id><published>2010-08-10T23:52:00.000+08:00</published><updated>2012-01-24T14:11:16.811+08:00</updated><title type='text'>Pentingnya Khilafah Dalam Penentuan Awal Dan Akhir Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;h2 style="color: yellow;"&gt;Pentingnya Khilafah Dalam Penentuan Awal Dan Akhir Ramadhan&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Tanya :  bagaimana peran Khilafah nanti dalam menentukan awal Ramadhan dan akhir  Ramadhan (Idul Fitri)? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jawab :&lt;br /&gt;Khalifah mempunyai hak melakukan adopsi (&lt;i&gt;tabanni&lt;/i&gt;) hukum syariah  Islam dan melegislasikannya menjadi undang-undang yang berlaku mengikat  bagi publik. Adopsi ini dilaksanakan Khalifah jika terdapat khilafiyah  dalam hukum syariah hasil ijtihad. Maka ketika Khalifah memilih satu  pendapat, rakyat wajib menaatinya sehingga perbedaan pendapat tidak ada  lagi. Kaidah fiqih menyebutkan : &lt;i&gt;Amru al-imam yarfa’u al-khilaf fi  al-masa`il al-ijtihadiyah &lt;/i&gt;(Perintah Imam/Khalifah menghilangkan  perbedaan pendapat dalam masalah-masalah hasil ijtihad/khilafiyah). (M.  Khair Haikal, Al-Jihad wa al-Qital fi as-Siyasah al-Syar’iyah, III/1797;  M. Shidqi al-Burnu, Mausu’ah al-Qawa’id al-Fiqhiyah, I/268).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;Namun jika khilafiyah itu terjadi dalam masalah-masalah ibadah,  seperti shalat tarawih delapan rakaat atau 20 rakaat, shalat shubuh  dengan qunut atau tidak, hukum dasarnya ialah Khalifah tidak mengadopsi.  Maka kaum Muslimin, misalnya, tidak diwajibkan shalat sama dengan  mazhab Khalifah dalam jumlah rakaat shalat tarawih, atau dalam  pengamalan qunut dalam shalat shubuh, dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;Ada dua alasan mengapa Khalifah tak melakukan adopsi dalam hukum  ibadah yang khilafiyah. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, karena tak sesuai dengan fakta  adopsi, mengingat adopsi terjadi pada interaksi antara sesama manusia,  misalnya dalam hukum muamalah dan uqubat, bukan pada interaksi antara  manusia dengan Allah SWT. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, karena adopsi dalam masalah  ibadah akan menimbulkan rasa sempit (&lt;i&gt;haraj&lt;/i&gt;) di kalangan umat.  (Mahmud al-Khalidi, Qawa’id Nizham al-Hukm fi al-Islam, hal. 357)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;Tapi ini bukan berarti haram hukumnya Khalifah mengadopsi hukum  ibadah. Maksudnya ialah lebih baik Khalifah tidak mengadopsi. Kalau  Khalifah mengadopsi hukum ibadah, hukumnya boleh, tidak haram. Imam  Nawawi berpendapat boleh hukumnya Khalifah mengadopsi hukum ibadah.  Seperti dikutip Imam Suyuthi, Imam Nawawi menyatakan,”Kalau Khalifah  memerintahkan umat untuk berpuasa sunnah tiga hari dalam rangka &lt;i&gt;istisqa’&lt;/i&gt;  (minta turunnya hujan), umat wajib menaati perintahnya.” (Imam Suyuthi,  Al-Asybah wa An-Nazha`ir, hal. 527).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;Bahkan mengadopsi hukum ibadah dapat menjadi wajib bagi Khalifah,  jika terkait dengan persatuan umat dan kesatuan negara yang wajib dijaga  Khalifah. Jadi meski hukum dasarnya Khalifah tak mengadopsi, tapi demi  kesatuan umat dan persatuan negara, Khalifah akan mengadopsi beberapa  hukum ibadah, seperti penentuan waktu ibadah haji, penentuan awal  Ramadhan, dan penentuan Idul Fitri dan Idul Adha. (Taqiyuddin  an-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustur, hal.21).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;Maka dari itu, meski penentuan awal dan akhir Ramadhan merupakan  masalah khilafiyah, Khalifah nanti akan mengadopsi hukum dalam masalah  ini. Tentu pendapat yang diadopsi adalah pendapat yang kuat (&lt;i&gt;rajih&lt;/i&gt;)  yang sejalan dengan persatuan umat dan kesatuan negara. Yaitu pendapat  jumhur ulama yang mewajibkan penggunaan &lt;i&gt;rukyatul hilal &lt;/i&gt;(bukan  hisab) yang diberlakukan seluruh dunia. Kata Wahbah Az-Zuhaili,  ”Pendapat jumhur inilah yang rajih menurut saya, untuk menyatukan ibadah  kaum Muslimin dan mencegah perbedaan pendapat yang tak dapat diterima  lagi di masa sekarang.” (Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa  Adillatuhu, II/610, Ahmad bin Muhammad Shiddiq al-Ghumari, Taujih  al-Anzhar li Tauhid al-Muslimin fi al-Shaum wa al-Ifthar, hal.19).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;Jadi ketika Khalifah nanti melakukan rukyat, hasil rukyat akan  diberlakukan global kepada seluruh umat Islam.&amp;nbsp; Hal ini ditegaskan oleh  Imam Al-Maziri ketika mensyarah hadits-hadits Shahih Muslim tentang  rukyatul hilal. ”Jika hilal telah terbukti oleh Khalifah maka seluruh  negeri-negeri Islam wajib merujuk hasil rukyat itu…sebab rukyat Khalifah  berbeda dengan rukyat dari selain Khalifah. Karena seluruh  negeri-negeri yang berada di bawah pemerintahannya dianggap bagaikan  satu negeri.” (Imam al-Maziri, Al-Mu’allim bi Fawa`id Muslim, Tunis :  Ad-Dar At-Tunisiyah, II/44-45). &lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;.(Ustadz Siddiq al  Jawie)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-2538634742842898841?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/2538634742842898841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/08/pentingnya-khilafah-dalam-penentuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/2538634742842898841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/2538634742842898841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/08/pentingnya-khilafah-dalam-penentuan.html' title='Pentingnya Khilafah Dalam Penentuan Awal Dan Akhir Ramadhan'/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-4383430653568270707</id><published>2010-08-10T23:04:00.002+08:00</published><updated>2010-08-10T23:07:12.831+08:00</updated><title type='text'>KHOTBAH NABI S.A.W. MENYAMBUT RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center style="color: orange;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;KHOTBAH NABI  S.A.W. MENYAMBUT RAMADHAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;center style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;keberkatan. Allah  telah mewajibkan kepadamu puasa-Nya. Didalam bulan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ramadhan dibuka  segala pintu syurga dan dikunci segala pintu neraka dan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dibelenggu seluruh  syaithan. Padanya ada suatu malam yang terlebih baik&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dari seribu  bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;itu, maka  sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan penghulu segala bulan, maka "Selamat  datanglah" kepadanya."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa  besar lagi penuh keberkatan, bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu kewajiban, dan qiam dimalam harinya suatu tatawwu'.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan  didalamnya samalah dia dengan orang yang menunaikan sesuatu fardhu didalam bulan  yang lainnya. Barangsiapa menunaikan sesuatu fardhu dalam bulan Ramadhan  samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh fardhu dibulan lainnya.  Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga.  Ramadhan itu adalah bulan memberikan pertulungan dan bulan Allah memberikan  rezeki kepada mukmin didalamnya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Barangsiapa memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, yang demikian itu adalah pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka.  Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti yang diperoleh  orang yang berpuasa. Allah memberikan pahala itu kepada orang yang memberikan walaupun sebutir korma, atau seteguk air, atau sehirup susu. Dialah  bulan yang permulaannya Rahmah, pertengahannya ampunan, dan akhirnya  kemerdekaan dari neraka. Barangsiapa yang meringankan beban seseorang (yang  membantunya) niscaya Allah mengampuni dosanya. Oleh itu banyakkanlah yang empat  perkara dibulan Ramadhan.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dua perkara untuk mendatangkan keredhaan Tuhanmu dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan  sesungguhnya tiada tuhan melainkan Allah dan mohon ampun kepada-Nya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;perlindungan dari  neraka. Barangsiapa memberi minum orang yang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;berpuasa, niscaya  Allah memberi minum kepadanya dari air kolamku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk  kedalam surga."&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt;(H.R.Ibnu Khuzaimah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-4383430653568270707?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/4383430653568270707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/08/khotbah-nabi-s.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/4383430653568270707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/4383430653568270707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/08/khotbah-nabi-s.html' title='KHOTBAH NABI S.A.W. MENYAMBUT RAMADHAN'/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-504092130860792694</id><published>2010-07-29T23:42:00.003+08:00</published><updated>2012-01-24T14:15:55.648+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri'/><title type='text'>Konferensi Umat Islam Bersama Hizbut Tahrir Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/TFGgaZAwzMI/AAAAAAAAALc/8AvqoAwixrs/s1600/konferensi+rajab.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/TFGgaZAwzMI/AAAAAAAAALc/8AvqoAwixrs/s320/konferensi+rajab.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Menyambut bulan suci Ramadhan Hizbut Tahrir Indonesia- Sulselbar  Mengundang kaum muslimin dan muslimat hadir dalam acara:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Konferensi Umat Islam bersama Hizbut Tahrir Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Refleksi Rajab, Sambut Ramadhan, Raih Kemenangan dengan Tegaknya Syariah  dan Khilafah&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;“Solusi Islam untuk Krisis Global dan Indonesia”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;(The Islamic Solution to Global dan Indonesia Crisis)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Tribun Lapangan Karebosi&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Ahad, 20 Sya’ban 1431 H/ 01 Agustus 2010&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Pukul 08.00 - 12.00 WITA&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: center;"&gt;Opening Speech:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Ust. Shabran Mujahidin (Ketua DPD I HTI Sulsel)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: center;"&gt;Sambutan:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH. MH.* (Gubernur Sulawesi Selatan)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: center;"&gt;Pembicara Sesi I:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Ust. Musthafa, S.Pdi&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;“Fakta Problematika Pengelolaan SDA di Indonesia dan Sulselbar”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Ust. Abd. Karim Tahir, MPd&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;“Fakta Problematika Politik di Indonesia dan Sulselbar”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;KH. Syamsudin Latief,BA (Tokoh Muhammadiyah Sulsel)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Drs. H. Abd. Kadir Parewe (Tokoh Masyarakat Sulsel)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: center;"&gt;Pembicara Sesi II:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Ust. Ir. Hasanuddin Rasyid (Humas DPD I HTI Sulsel)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;“Syariah Islam Jawaban Terhadap Problem Global”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Ahmad Gadang, S.Hut&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;“Syariah Islam Mengatasi Problem SDA  di Indonesia dan Sulselbar”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Dr. Abraham Samad* (Praktisi Hukum/Direktur ACC Sulawesi Selatan)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;“Membangun Pemerintahan yang Bersih dan Amanah”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: center;"&gt;Closing Statement:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;AGH. Sanusi Baco, Lc* (Ketua MUI Sulawesi Selatan)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;KH. Mustari Ago (DPD I HTI Sulawesi Selatan)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Sekretariat HTI Sulsel: Jl. Maccini Sawah No. 4A&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;Tlp. (0411) 443215&lt;br /&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;Live Streaming:&lt;/div&gt;http://www.hizbut-tahrir.or.id&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://addthis.com/bookmark.php?pub=&amp;amp;url=http://hizbut-tahrir.or.id/2010/07/26/konferensi-umat-islam-bersama-hizbut-tahrir-indonesia/&amp;amp;title=AGENDA:%20Konferensi%20Umat%20Islam%20Bersama%20Hizbut%20Tahrir%20Indonesia%20Sulselbar" rel="nofollow" target="_blank" title="Add This!"&gt;&lt;img alt="Add This!" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/plugins/add-me-dichev/images/addthis.jpg" style="border: 0px none; height: 16px; width: 16px;" title="Add This!" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://blinklist.com/index.php?Action=Blink/addblink.php&amp;amp;Description=&amp;amp;Url=http://hizbut-tahrir.or.id/2010/07/26/konferensi-umat-islam-bersama-hizbut-tahrir-indonesia/&amp;amp;Title=AGENDA:%20Konferensi%20Umat%20Islam%20Bersama%20Hizbut%20Tahrir%20Indonesia%20Sulselbar" rel="nofollow" target="_blank" title="Blinklist"&gt;&lt;img alt="Blinklist" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/plugins/add-me-dichev/images/blinklist.jpg" style="border: 0px none; height: 16px; width: 16px;" title="Blinklist" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://bluedot.us/Authoring.aspx?u=http://hizbut-tahrir.or.id/2010/07/26/konferensi-umat-islam-bersama-hizbut-tahrir-indonesia/&amp;amp;title=AGENDA:%20Konferensi%20Umat%20Islam%20Bersama%20Hizbut%20Tahrir%20Indonesia%20Sulselbar" rel="nofollow" target="_blank" title="BlueDot"&gt;&lt;img alt="BlueDot" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/plugins/add-me-dichev/images/bluedot.jpg" style="border: 0px none; height: 16px; width: 16px;" title="BlueDot" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://connotea.org/addpopup?continue=confirm&amp;amp;uri=http://hizbut-tahrir.or.id/2010/07/26/konferensi-umat-islam-bersama-hizbut-tahrir-indonesia/" rel="nofollow" target="_blank" title="Connotea"&gt;&lt;img alt="Connotea" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/plugins/add-me-dichev/images/connotea.jpg" style="border: 0px none; height: 16px; width: 16px;" title="Connotea" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://del.icio.us/post?url=http://hizbut-tahrir.or.id/2010/07/26/konferensi-umat-islam-bersama-hizbut-tahrir-indonesia/&amp;amp;title=AGENDA:%20Konferensi%20Umat%20Islam%20Bersama%20Hizbut%20Tahrir%20Indonesia%20Sulselbar" rel="nofollow" target="_blank" title="del.icio.us"&gt;&lt;img alt="del.icio.us" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/plugins/add-me-dichev/images/delicious.jpg" style="border: 0px none; height: 16px; width: 16px;" title="del.icio.us" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;amp;url=http://hizbut-tahrir.or.id/2010/07/26/konferensi-umat-islam-bersama-hizbut-tahrir-indonesia/&amp;amp;title=AGENDA:%20Konferensi%20Umat%20Islam%20Bersama%20Hizbut%20Tahrir%20Indonesia%20Sulselbar" rel="nofollow" target="_blank" title="Digg"&gt;&lt;img alt="Digg" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/plugins/add-me-dichev/images/digg.jpg" style="border: 0px none; height: 16px; width: 16px;" title="Digg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://diigo.com/post?url=http://hizbut-tahrir.or.id/2010/07/26/konferensi-umat-islam-bersama-hizbut-tahrir-indonesia/&amp;amp;title=AGENDA:%20Konferensi%20Umat%20Islam%20Bersama%20Hizbut%20Tahrir%20Indonesia%20Sulselbar&amp;amp;tag=&amp;amp;comments=" rel="nofollow" target="_blank" title="Diigo"&gt;&lt;img alt="Diigo" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/plugins/add-me-dichev/images/diigo.jpg" style="border: 0px none; height: 16px; width: 16px;" title="Diigo" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-504092130860792694?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://hizbut-tahrir.or.id/2010/07/26/konferensi-umat-islam-bersama-hizbut-tahrir-indonesia/' title='Konferensi Umat Islam Bersama Hizbut Tahrir Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/504092130860792694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/07/konferensi-umat-islam-bersama-hizbut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/504092130860792694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/504092130860792694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/07/konferensi-umat-islam-bersama-hizbut.html' title='Konferensi Umat Islam Bersama Hizbut Tahrir Indonesia'/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/TFGgaZAwzMI/AAAAAAAAALc/8AvqoAwixrs/s72-c/konferensi+rajab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-7060176323532026000</id><published>2010-03-16T21:45:00.005+08:00</published><updated>2012-01-24T14:09:45.986+08:00</updated><title type='text'>Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw</title><content type='html'>&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" style="color: yellow;"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData" style="color: yellow;"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping" style="color: yellow;"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing {mso-style-priority:1; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Sejarah Maulid&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="color: #f3f3f3;"&gt;Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada mulanya diperingati&amp;nbsp; untuk membangkitkan semangat umat Islam. Sebab waktu itu umat Islam sedang&amp;nbsp; berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris. Kita mengenal musim itu sebagai Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun&amp;nbsp; 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Umat Islam saat itu kehilangan semangat&amp;nbsp; perjuangan dan persaudaraan ukhuwah. Secara politis memang umat Islam terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan. Meskipun ada satu khalifah tetap satu dari Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana, namun &lt;br /&gt;hanya sebagai lambang persatuan spiritual. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="color: #f3f3f3;"&gt;Adalah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi --orang Eropa menyebutnya Saladin, seorang pemimpin yang pandai mengena hati rakyat jelata. Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub --katakanlah dia setingkat Gubernur. Pusat kesultanannya berada di kota &lt;br /&gt;Qahirah (Kairo), Mesir, dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia. Kata Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi mereka. Salahuddin mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal kalender Hijriyah, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini harus dirayakan secara massal. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="color: #f3f3f3;"&gt;Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari khalifah di Baghdad yakni An-Nashir, ternyata khalifah setuju. Maka pada musim ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 H (1183 Masehi), Salahuddin sebagai penguasa haramain (dua tanah suci, Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh &lt;br /&gt;jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 M) tanggal 12 Rabiul-Awal dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat &lt;br /&gt;Islam. Salahuddin ditentang oleh para ulama. Sebab sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Akan tetapi Salahuddin kemudian menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="color: #f3f3f3;"&gt;Salah satu kegiatan yang diadakan oleh Sultan Salahuddin pada peringatan Maulid Nabi yang pertama kali tahun 1184 (580 H) adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan bahasa yang seindah mungkin. Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah Syaikh Ja`far Al-Barzanji. Karyanya yang dikenal sebagai Kitab Barzanji sampai sekarang sering dibaca masyarakat di kampung-kampung pada peringatan Maulid Nabi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;MAKNA HAKIKI MAULID NABI MUHAMMAD SAW&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran seorang manusia sebetulnya merupakan perkara yang biasa saja. Bagaimana tidak? Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit dunia ini tidak henti-hentinya menyambut bayi-bayi manusia yang baru lahir. Karena perkara yang biasa-biasa saja, tidak terasa bahwa dunia ini telah dihuni lebih dari 6 miliar jiwa. &lt;br /&gt;Karena itulah barangkali, Nabi kita, Rasulullah Muhammad saw., tidak menjadikan hari kelahirannya sebagai hari yang istimewa. Demikian juga keluarga maupun para sahabat beliau. Wajar jika dalam Sirah Nabi saw. dan dalam sejarah otentik para sahabat beliau, sangat sulit ditemukan tentang adanya fragmen Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., baik yang dilakukan oleh Nabi saw. sendiri maupun oleh para sahabat beliau. Sebab, sebagaimana manusia lainnya, secara fisik atau lahiriah, memang tidak ada yang istimewa pada diri Muhammad sebagai manusia, selain beliau adalah seorang Arab dari keturunan yang dimuliakan di tengah-tengah kaumnya. Wajarlah jika Allah SWT., melalui lisan beliau sendiri, berfirman:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;]قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ... [&lt;/div&gt;Katakanlah, “Sungguh, aku ini manusia biasa seperti kalian...” (QS Fushshilat [41]: 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa setiap tahun kaum Muslim saat ini begitu antusias memperingati Maulid Nabi Muhammad saw.; sesuatu yang bahkan tidak dilakukan oleh Nabi saw. sendiri dan para sahabat beliau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jawaban atau alasan dari mereka yang memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. biasanya bermuara pada kesimpulan, bahwa Muhammad saw. memang manusia biasa, tetapi beliau adalah nabi dan rasul yang telah diberi wahyu; beliau adalah pembawa risalah sekaligus penebar rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, kelahirannya sangat layak diperingati. Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. sendiri tidak lain merupakan sebuah sikap pengagungan dan penghormatan (ta‘zhîman wa takrîman) terhadap beliau dalam kapasitasnya sebagai nabi dan rasul; sebagai pembawa risalah sekaligus penebar rahmat bagi seluruh alam.&lt;br /&gt;Jika memang demikian kenyataannya, kita dapat memahami makna Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. yang diselenggarakan setiap tahun oleh sebagian kaum Muslim saat ini, yakni sebagai bentuk pengagungan dan penghormatan beliau dalam kapasitasnya sebagai nabi dan rasul Allah. Itulah yang menjadikan beliau sangat istimewa dibandingkan dengan manusia yang lain. Keistimewaan beliau tidak lain karena beliau diberi wahyu oleh Allah SWT, yang tidak diberikan kepada kebanyakan manusia lainnya. Allah SWT berfirman (masih dalam surah dan ayat yang sama):&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;]قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ[ &lt;/div&gt;Katakanlah, “Sungguh, aku ini manusia biasa seperti kalian. (Hanya saja) aku telah diberi wahyu, bahwa Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, tetaplah kalian istiqamah pada jalan yang menuju kepada-Nya.” (QS Fushshilat [41]: 6).&lt;br /&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Makna Kelahiran Muhammad saw&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Kelahiran Muhammad saw. tentu tidaklah bermakna apa-apa seandainya beliau tidak diangkat sebagai nabi dan rasul Allah, yang bertugas untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada umat manusia, agar mereka mau diatur dengan aturan apa saja yang telah diwahyukan-Nya kepada Nabi-Nya itu. Karena itu, Peringatan Maulid Nabi saw. pun tidak akan bermakna apa-apa—selain sebagai aktivitas ritual dan rutinitas belaka—jika kaum Muslim tidak mau diatur oleh wahyu Allah, yakni al-Quran dan as-Sunnah, yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad saw. ke tengah-tengah mereka. Sebab, Allah SWT telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;]وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا[&lt;/div&gt;Apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah; apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah. (QS al-Hasyr [59]: 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, pengagungan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad saw.—yang antara lain diekspresikan dengan Peringatan Maulid Nabi saw.—sejatinya merupakan perwujudan kecintaan kepada Allah, karena Muhammad saw. adalah kekasih-Nya. Jika memang demikian kenyataannya, maka kaum Muslim wajib mengikuti sekaligus meneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh aspek kehidupannya, bukan sekadar dalam aspek ibadah ritual dan akhlaknya saja. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;]قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي[&lt;/div&gt;Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku.” (QS Ali Imran [3]: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat di atas, frasa fattabi‘ûnî (ikutilah aku) bermakna umum, karena memang tidak ada indikasi adanya pengkhususan (takhshîsh), pembatasan (taqyîd), atau penekanan (tahsyîr) hanya pada aspek-aspek tertentu yang dipraktikkan Nabi saw. Demikian juga dalam firman Allah SWT berikut: &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;]لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ[&lt;/div&gt;Sesungguhnya dalam diri Rasulullah itu terdapat suri teladan yang baik. (QS al-Ahzab [33]: 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas juga bermakna umum; tidak membatasi bahwa keteladanan Rasulullah saw. yang baik hanya dalam masalah ibadah ritual atau akhlaknya saja.&lt;br /&gt;Dengan demikian, kaum Muslim dituntut untuk mengikuti dan meneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh perilakunya: mulai dari akidah dan ibadahnya; makanan/minuman, pakaian, dan akhlaknya; hingga berbagai muamalah yang dilakukannya seperti dalam bidang ekonomi, sosial, politik, pendidikan, hukum, dan pemerintahan. Sebab, Rasulullah saw. sendiri tidak hanya mengajari kita bagaimana mengucapkan syahadat serta melaksanakan shalat, shaum, zakat, dan haji secara benar; tetapi juga mengajarkan bagaimana mencari nafkah, melakukan transaksi ekonomi, menjalani kehidupan sosial, menjalankan pendidikan, melaksanakan aktivitas politik (pengaturan masyarakat), menerapkan sanksi-sanksi hukum (‘uqûbat) bagi pelaku kriminal, dan mengatur pemerintahan/negara secara benar. Lalu, apakah memang Rasulullah saw. hanya layak diikuti dan diteladani dalam masalah ibadah ritual dan akhlaknya saja, tidak dalam perkara-perkara lainnya? Tentu saja tidak. &lt;br /&gt;Jika demikian, mengapa saat ini kita tidak mau meninggalkan riba dan transaksi-transaksi batil yang dibuat oleh sistem kapitalisme; tidak mau mengatur urusan sosial dengan aturan Islam; tidak mau menjalankan pendidikan dan politik Islam; tidak mau menerapkan sanksi-sanksi hukum Islam (seperti qishâsh, potong tangan bagi pencuri, rajam bagi pezina, cambuk bagi pemabuk, hukuman mati bagi yang murtad, dll); juga tidak mau mengatur pemerintahan/negara dengan aturan-aturan Islam? Bukankah semua itu justru pernah dipraktikan oleh Rasulullah saw. selama bertahun-tahun di Madinah dalam kedudukannya sebagai kepala Negara Islam (Daulah Islamiyah)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;Kelahiran Nabi saw.: Kelahiran Masyarakat Baru&lt;/div&gt;Sebagaimana diketahui, masa sebelum Islam adalah masa kegelapan, dan masyarakat sebelum Islam adalah masyarakat Jahiliah.  Akan tetapi, sejak kelahiran (maulid) Muhammad saw. di tengah-tengah mereka, yang kemudian diangkat oleh Allah sebagai nabi dan rasul pembawa risalah Islam ke tengah-tengah mereka, dalam waktu hanya 23 tahun, masa kegelapan mereka berakhir digantikan dengan masa ‘cahaya’; masyarakat Jahiliah terkubur digantikan dengan lahirnya masyarakat baru, yakni masyarakat Islam. Sejak itu, Nabi Muhammad saw. adalah pemimpin di segala bidang. Ia memimpin umat di masjid, di pemerintahan, bahkan di medan pertempuran. Ia tampak seperti seorang dokter jiwa yang mengubah jiwa manusia yang biadab menjadi jiwa yang memancarkan peradaban. Ia juga seorang politikus yang berhasil mempersatukan suku-suku Arab hanya dalam waktu kurang dari seperempat abad. Ia juga pemimpin ruhani yang melalui aktivitas ibadahnya telah mengantarkan jiwa para pengikutnya ke alam kelezatan samawiah dan keindahan suasana ilahiah.&lt;br /&gt;Karena itu, kita bisa menyimpulkan bahwa makna terpenting dari kelahiran Nabi Muhammad saw. adalah keberadaannya yang telah mampu membidani kelahiran masyarakat baru, yakni masyarakat Islam; sebuah masyarakat yang tatanan kehidupannya diatur seluruhnya oleh aturan-aturan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;Renungan&lt;/div&gt;Dari paparan di atas, jelas bahwa  Peringatan Maulid Nabi saw. sejatinya dijadikan momentum bagi kaum Muslim untuk terus berusaha melahirkan kembali masyarakat baru, yakni masyarakat Islam, sebagaimana yang pernah dibidani kelahirannya oleh Rasulullah saw. di Madinah. Sebab, siapapun tahu, masyarakat sekarang tidak ada bedanya dengan masyarakat Arab pra-Islam, yakni sama-sama Jahiliah. Sebagaimana masa Jahiliah dulu, saat ini pun aturan-aturan Islam tidak diterapkan. &lt;br /&gt;Karena aturan-aturan Islam—sebagaimana aturan-aturan lain—tidak mungkin tegak tanpa adanya negara, maka menegakkan negara yang akan memberlakukan aturan-aturan Islam adalah keniscayaan. Inilah juga yang disadari benar oleh Rasulullah saw. sejak awal dakwahnya. Rasulullah tidak hanya menyeru manusia agar beribadah secara ritual kepada Allah dan berakhlak baik, tetapi juga menyeru mereka seluruhnya agar menerapkan semua aturan-aturan Allah dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Sejak awal, bahkan para pemuka bangsa Arab saat itu menyadari, bahwa secara politik dakwah Rasulullah saw. akan mengancam kedudukan dan kekuasaan mereka. Itulah yang menjadi alasan orang-orang seperti Abu Jahal, Abu Lahab, Walid bin Mughirah, dan para pemuka bangsa Arab lainnya sangat keras menentang dakwah Rasulullah saw. Akan tetapi, semua penentangan itu akhirnya dapat diatasi oleh Rasulullah sampai beliau berhasil menegakkan kekuasaannya di Madinah sekaligus melibas kekuasaan mereka di Makkah. Rasulullah saw. bahkan berhasil menegakkan kekuasaan Islam sekaligus menghancurkan kekuasaan orang-orang kafir di seluruh jazirah Arab.&lt;br /&gt;Walhasil, dakwah seperti itulah yang juga harus dilakukan oleh kaum Muslim saat ini, yakni dakwah untuk menegakkan kekuasaan Islam yang akan memberlakukan aturan-aturan Islam, sekaligus yang akan meruntuhkan kekuasaan rezim kafir yang telah memberlakukan aturan-aturan kufur selama ini. Hanya dengan itulah Peringatan Maulid Nabi saw. yang diselenggarakan setiap tahun akan jauh lebih bermakna. &lt;br /&gt;Sebagai catatan akhir, marilah kita sambut seruan dakwah Islam dengan melibatkan diri bersama-sama dengan para pengemban dakwah untuk menegakkan syariat Islam dan membidani lahirnya kembali masyarakat baru, yakni masyarakat Islam, dalam wadah Daulah Khilafah Islamiyah. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;]يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا ِللهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ[&lt;/div&gt;Hai orang-orang beriman, sambutlah seruan Allah dan Rasul-Nya jika Allah dan Rasul-Nya menyeru kalian menuju sesuatu yang akan menghidupkan kalian. (QS al-Anfal [8]: 24). []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-7060176323532026000?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/7060176323532026000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/03/peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/7060176323532026000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/7060176323532026000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/03/peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw.html' title='Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw'/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-6581232652719506921</id><published>2010-03-04T23:14:00.000+08:00</published><updated>2012-01-24T14:37:51.421+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Mengapa Obama harus di tolak</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;h2 style="color: yellow;"&gt;OBAMA, PENGUASA NEGARA PENJAJAH!&lt;/h2&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;&lt;b&gt;[Al-Islam 495] &lt;/b&gt;Jika tidak ada perubahan, sekitar tanggal 20-22 Maret 2010 ini, Presiden AS Barack Obama akan berada di Indonesia. Pemerintah Indonesia tampak menaruh banyak harapan kepada Obama. Untuk itu, Pemerintah telah menyiapkan beberapa inti pembicaraan yang akan dijadikan acuan untuk merumuskan bentuk kerjasama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan AS.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;Berbeda dengan kedatangan Bush pada tahun 2006, kunjungan Presiden AS Obama kali ini cukup mendapatkan respon dan penilaian positif dari beberapa pihak. Adanya respon positif dari Pemerintah tentu wajar karena sejak awal Presiden SBY (tentu dengan berbagai motifnya) sangat mengharapkan kehadiran Obama. Yang aneh, respon positif ternyata juga datang dari beberapa orang yang dianggap tokoh umat Islam di Indonesia. Beberapa tokoh Muslim tersebut menganggap Obama bisa membawa harapan dengan tawaran pemulihan hubungan AS dengan Dunia Islam yang sudah diumbar sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Padahal mereka tahu bahwa hingga saat ini janji Obama hanya mimpi dan tipuan belaka. Bahkan ada yang tidak sependapat jika kehadiran Obama ke Indonesia malah ditolak dengan aksi demonstrasi. Pasalnya, menurut mereka, justru ini adalah kesempatan baik bagi Indonesia dan umat Islam khususnya untuk menunjukkan sikap bijak dan ramah sebagaimana layaknya kewajiban umat Islam kepada tamunya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;Obama Wajib Ditolak!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;Apakah benar umat Islam Indonesia harus menyambut Obama sebagai tamu dengan ramah dan rasa hormat? Yang pasti, umat Islam saat ini sangat perlu mengetahui hakikat masalah ini dari sudut pandang Islam, bukan dari asas manfaat. Tetap harus didudukkan masalahnya secara jelas, bahwa Obama adalah presiden dari sebuah negara penjajah, yang hingga saat ini terus-menerus menjajah Dunia Islam serta melakukan pembantaian atas kaum Muslim di negeri-negeri Islam khususnya di Irak, Afganistan dan Pakistan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;Karena itu, setidaknya ada dua alasan kuat untuk menolak kedatangan Obama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;1. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Alasan syar’i.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;Memang, salah satu kewajiban kaum Muslim adalah menyambut dan memuliakan tamu. Rasulullah saw. bersabda:&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="color: white;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: traditional arabic; font-size: 14pt;"&gt;«مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ»&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Siapa saja yang mengimani Allah dan Hari Akhir, hendaklah memuliakan tamunya. Siapa saja yang mengiman Allah dan Hari Akhir, hendaklah menyambungkan tali silaturahmi. Siapa saja yang mengimani Allah dan Hari Akhir, hendaklah berkata hal-hal yang baik atau diam &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR al- &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Bukhari dan Muslim).&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;Tamu yang disebut di dalam hadis di atas mencakup tamu Mukmin atau kafir. Kata &lt;i&gt;dhayfah&lt;/i&gt; termasuk dalam kata umum; mencakup tamu Mukmin dan kafir/laki-laki dan perempuan. Semua tamu wajib disambut dan dimuliakan dan dihormati berdasarkan nash hadis di atas. Seorang Muslim juga diperintahkan untuk memenuhi hak-hak tamu, sesesuai dengan kemampuannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;Masalahnya, bagaimana jika tamu yang hendak berkunjung adalah para penguasa negara kafir penjajah (seperti AS hari ini) yang telah terbukti menzalimi, menganiaya, menjajah dan membunuhi kaum Muslim serta berusaha terus menistakan kesucian agama Islam? Apakah ketentuan-ketentuan dalam hadis di atas tetap berlaku?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;Jelas, seorang Muslim haram menerima kunjungan tersebut, apalagi menyambut dan memuliakannya, dengan dasar: &lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Allah SWT justru telah melarang untuk menampakkan kesetiaan dan kasih-sayang kepada orang-orang kafir, apalagi lagi kafir penjajah yang sampai hari ini masih terus menghisap harta dan darah kaum Muslim. Allah SWT berfirman:&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="color: white;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: traditional arabic; font-size: 14pt;"&gt;]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ[&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil musuh-Ku dan musuh kalian sebagai teman-teman setia—yang kalian sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad)—dengan penuh kasih-sayang &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS al-Mumtahanah [60]: 1).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote style="color: white;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: traditional arabic; font-size: 14pt;"&gt;]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ[&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil sebagai teman kepercayaan kalian orang-orang yang berada di luar kalangan kalian karena mereka tidak henti-hentinya menimpakan kemadaratan atas kalian. Mereka menyukai apa saja yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS Ali ‘Imran [3]: 118).&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Allah SWT telah melarang untuk menyakiti kaum Muslim. Penerimaan dan penyambutan Barack Obama di negeri ini tentu akan menambah penderitaan dan rasa sakit kaum Muslim yang pada saat ini tengah menghadapi serangan militer Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Irak, Afganistan, Pakistan, Palestina dan negeri-negeri kaum Muslim lainnya. Allah SWT berfirman:&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="color: white;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: traditional arabic; font-size: 14pt;"&gt;]وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا[&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Orang-orang yang menyakiti kaum Mukmin dan Mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat sesungguhnya telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS al-Ahzab [33]: 58).&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;Nabi Muhammad saw. juga telah bersabda, &lt;i&gt;“Seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain; ia tidak akan menzaliminya dan tidak akan menyerahkannya kepada musuh.” &lt;/i&gt;(HR al-Bukhari dan Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, adanya kewajiban untuk membela saudara sesama Muslim yang tidak berada di dekatnya. Nabi Muhammad saw. bersabda, sebagaimana dituturkan Anas bin Malik ra., &lt;i&gt;“Siapa saja yang membela saudaranya saat tidak ada di dekatnya, Allah akan membelanya di dunia dan di akhirat.” &lt;/i&gt;(HR asy-Syihab).&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;Wujud pembelaan seorang Muslim kepada saudara-saudaranya sesama Muslim yang jauh, yang pada saat ini dijajah, dianiaya bahkan dibunuh oleh Amerika Serikat adalah menolak kunjungan mereka. Nabi saw. bersabda, sebagaimana dituturkan Abu Darda’ra.:&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="color: white;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: traditional arabic; font-size: 14pt;"&gt;»مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ رَدَّ اللهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَة«&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Siapa saja yang membela kehormatan saudaranya, Allah akan menolak api neraka pada Hari Kiamat dari wajahnya &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR at-Tirmidzi).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;Rasulullah saw. juga pernah bersabda sebagaimana dituturkan Asma binti Yazid ra.:&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="color: white;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: traditional arabic; font-size: 14pt;"&gt;»مَنْ ذَبَّ عَنْ عَرَضِ أَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يَعْتِقَهُ مِنَ النَّارِ«&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Siapa saja yang membela kehormatan saudaranya pada saat tidak berada di dekatnya, Allah pasti akan membebaskannya dari api neraka &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR Ishaq).&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;Salah satu wujud pembelaan seorang Muslim terhadap kaum Muslim lain di Irak, Afganistan, Pakistan dan Palestina yang saat ini tengah menghadapi invasi militer Amerika adalah menolak kunjungan, kerjasama, maupun intervensi non-fisik dari para penguasa kafir penjajah dan antek-anteknya seperti Amerika, Inggris dan Israel.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Keempat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, adanya contoh berupa sikap para Sahabat Nabi saw. Salamah bin al-Akwa’ ra., misalnya, pernah bertutur, &lt;i&gt;“Saat kami berdamai dengan penduduk Makkah dan sebagian kami bercampur dengan sebagian mereka, saya mendatangi suatu pohon. Kemudian saya menyingkirkan durinya, lalu merebahkan diriku di akarnya. Kemudian datang kepada saya empat orang kaum musyrik Makkah. Mereka mulai membicarakan Rasulullah saw. Saya membenci mereka hingga saya pindah ke pohon yang lain.” &lt;/i&gt;(HR Muslim).&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;Selain itu, banyak riwayat yang menunjukkan bagaimana sikap Rasulullah saw terhadap para utusan kaum kafir yang memusuhi Islam dan kaum Muslim. Misal, Rasul saw. tidak menggubris Abu Sufyan, utusan kafir Qurays saat itu, yang mendatangi Nabi saw. untuk memperbaiki perjanjian dengan beliau yang sebelumnya mereka langgar. Rasul saw. pun pernah bersabda kepada utusan Musailamah al-Kadzdzab, “&lt;i&gt;Seandainya kamu bukan seorang utusan, niscaya sudah aku penggal lehermu.” &lt;/i&gt;(HR Ahmad dan Abu Dawud).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;Jelas, sikap beliau sangat keras dan tidak menunjukkan penerimaan yang ramah terhadap ‘tamu’ seperti mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;2. &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Alasan rasional.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;Selain alasan &lt;i&gt;syar’i&lt;/i&gt; di atas, sesungguhnya tidak masuk akal jika kaum Muslim harus bermitra dengan negara seperti AS. Pasalnya, hingga saat ini kaum Muslim di berbagai belahan negeri yang jauh dari Indonesia dalam kondisi terkoyak dan porak-poranda dililit kemiskinan, penyakit dan konflik berkepanjangan; darah mereka pun tumpah-ruah seolah tiada harga. Semua masyarakat dunia bisa menyaksikan tragedi di Irak, Afganistan, Palestina, perbatasan Pakistan dan di wilayah-wilayah lainya yang diakibatkan oleh tindakan biadab AS sebagai negara penjajah. Lalu bagaimana mungkin para penguasa negeri kaum Muslim mau berjabat tangan, bahkan berpelukan mesra, dengan para penguasa negara penjajah seperti AS; sementara tangan dan badan sang penjajah itu masih basah terpercik simbahan darah suci umat Islam yang mereka bantai? Dimana letak iman para penguasa Muslim seperti ini? Dimana letak pembelaan para penguasa Muslim, yang katanya politik luar negeri bebas aktif menentang segala bentuk penjajahan? Bagaimana nanti mereka mempertanggungjawabkan tindakan mereka ini saat mereka menghadap kepada Allah Yang Mahaperkasa dengan segala perhitungan dan balasan-Nya kelak? &lt;i&gt;Na’ûdzubillâh min dzalik&lt;/i&gt;!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: white;"&gt;Semoga umat Islam segera menemukan penguasa yang amanah, yang bisa menjaga, merawat dan mengayomi mereka. Itulah Imam/Khalifah, yang menegakkan syariah Islam secara &lt;i&gt;kaffâh&lt;/i&gt; dalam sebuah negara, yakni &lt;i&gt;Khilafah ‘ala Minhâj an-Nubuwwah&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Amin, ya Mujîb as-sâ’ilîn… &lt;/i&gt;&lt;b&gt;[]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;BOX:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;OBAMA WAJIB DITOLAK KARENA… &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="color: white;"&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Obama adalah kepala negara Amerika Serikat, sang penjajah. Ini bertentangan dengan sikap politik Indonesia yang anti penjajahan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Kedatangan Obama adalah untuk mengokohkan Indonesia sebagai negara kapitalis sekular. Sistem inilah yang menjadi sumber berbagai persoalan di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Kedatangan Obama juga untuk mengokohkan penjajahan ekonomi lewat perusahaan Amerika yang merampok kekayaan alam Indonesia di Aceh, Riau hingga Papua.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Kedatangan Obama merupakan bagian dari politik belah bambu di dunia Islam, yang menampilkan citra positif Amerika untuk menutupi kejahatannya di negeri Islam lainnya.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Obama memerangi kaum Muslim di Afganistan bahkan mengirim 30 ribu pasukan tambahan yang telah menewaskan ribuan umat Islam, termasuk anak-anak dan ibu-ibu.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Obama tidak sepenuhnya menarik pasukan AS dari Irak yang selama pendudukan AS telah membunuh lebih 1 juta umat Islam,&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Obama hingga saat ini belum menutup Penjara Guantanamo sesuai janjinya, yang menjadi tempat penahanan dan penyiksaan banyak Muslim yang tidak bersalah dan tempat penghinaan terhadap Islam dan al-Quran.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Obama dengan setia mendukung Zionis Israel yang merampas Tanah Palestina dan hingga saat ini terus membantai umat Islam di Palestina.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Obama tidak mengecam sama sekali Israel saat entitas Yahudi itu membantai lebih kurang 1300 Muslim di Gaza. Obama bahkan mendukung tindakan kejam Israel tersebut.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Status negara Amerika Serikat (AS) adalah &lt;i&gt;Muhariban Fi’lan&lt;/i&gt; karena secara langsung memerangi umat Islam. Karena itu, Islam mengharamkan kaum Muslim melakukan hubungan dalam bentuk apapun dengan AS, termasuk menyambut kedatangan presidennya, apalagi menjadikannya sebagai sahabat dan tamu terhormat, karena AS adalah musuh Allah SWT dan umat Islam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S4_Nl4tfolI/AAAAAAAAALU/mtrurEwMj0k/s1600-h/423.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S4_Nl4tfolI/AAAAAAAAALU/mtrurEwMj0k/s320/423.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;Forum Ulama Banten (FUB) Tolak ‘Kafir Harbi ‘ Obama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;              &lt;b&gt;HTI Press. &lt;/b&gt;Allahu Akbar… Tolak Obama, Tegakkan Syariah dan Khilafah.. gema kalimat membahana berulang-ulang dalam acara majelis Al-Buhuts Al-Islami yang dilaksanakan pada Ahad, 28 Februari 2010 bertepatan 14 Rabi’ul Awwal 1431 H di Convention Hall Gedung Plaza Cilegon dari jam 10.00 hingga 12.15 WIB dengan peserta sekitar 70 orang. Hadir dalam kesempatan itu beberapa ulama &amp;nbsp;kasepuhan Banten dan beberapa kalangan dari pondok pesantren, ormas-ormas Islam, para da’i dan lain sebagainya.&amp;nbsp; Acara yang mengangkat tema Tolak Kedatangan Obama ini menghadirkan pembicara Imam Sutiyono, KH. Drs. Mansyur Muhyidin, dan Ustad Musta’in.&lt;br /&gt;Pada sambutan tokoh, KH Fakhrudin yang juga ketua Yayasan Daar Al-Aytam Anyar Serang mengungkapkan bahwa Obama berlumuran darah umat Islam, wajib bagi umat Islam menolaknya. Semestinya pemerintah menolak dan kalau tidak, berarti telah menyakiti dan menghianati umat Islam. Disinilah para Ulama mengelorakan pentingnya agar berhukum pada syariat Allah dalam segala hal. Adapun menerima Obama berarti sebuah kemaksiatan dan mengundang azab Allah hadir. Obama adalah kafir harbi yang telah membantai umat Islam di berbagai negeri muslim. Tegasnya penuh semangat.&lt;br /&gt;Acara berjalan hangat dan lancar ini dipandu oleh Ir. Zen Firdaus, MM yang juga ketua DPD HTI Kota Cilegon.&amp;nbsp; Pembicara pertama, Imam yang juga sebagai Humas HTI Kota Cilegon menitik-beratkan pada aspek fakta-fakta bahwa Obama sebagai Pemimpin negara penjajah negeri-negeri Islam. Darah umat Islam ditumpahkan atas nama menjaga keamanan AS, Obama mengirimkan 30.000 pasukan ke Afghanistan, dan tetap perilaku AS sebagai imperialis tulen membantai kaum Muslimin di Irak serta Pakistan. Lebih-lebih sikap Obama yang mendukung zionis Israel membunuhi rakyat Palestina hingga tanah mi’raj Nabi tsb terus dalam penguasaan zionis.&lt;br /&gt;Lebih lanjut menurut Imam, strategi AS dengan Obama datang ke Indonesia untuk mengokohkan sekularisme, pluralisme, dan liberalisme. Juga bisa dipastikan menjadi topeng AS atas kebusukan dan kebiadaban Obama terhadap daerah jajahan di tanah Irak, Afghanistan, maupun Pakistan. Tidak pantas dan bisa jadi penghianat jika tangan Obama yang berlumuran darah umat Islam itu datang bahkan disambut dengan hormat bak tamu. Padahal sesungguhnya penjajah dan termasuk kafir harbi muhariban fi’lan (memerangi umat Islam secara nyata) yang wajib ditolak.&lt;br /&gt;Sedangkan pembicara kedua, KH Mansur menekankan bahwa AS dari jaman paska kemerdekaan atau Orde Lama telah menyusupkan agen CIA untuk mengajak-ajak perjuangan umat Islam. Dominasi sekular dan kapitalisme telah menjadi bukti kesekian kalinya bahwa AS bersungguh-sungguh eksis di Indonesia ini. De-Islamisasi dalam struktur pemerintah yang berjalan selama ini menjadi fakta bahwa AS dengan agennya telah berupaya tanpa henti memarjinalkan peran syariat Islam.&lt;br /&gt;Lebih lanjut lagi, KH Mansur yang merupakan keturunan darah pejuang Banten KH Wasyid pun mengkritik istilah terorisme yang dikaitkan dengan Islam. Kalo membunuh hanya beberapa orang disebut teroris, maka semestinya Obama disebut biangnya teroris karena telah menewaskan ribuan bahkan ratusan ribu bisa jadi umat Islam yang telah menjadi korban kebiadaban kebijakan AS. Oleh karena itu menurut beliau, haram menerima Obama. Semestinya pemerintah tegas menolak kedatangan sang penjajah sebagaimana dalam UUD 45 menolak bentuk segala penjajahan.&lt;br /&gt;Pembicara ketiga, Ustad Mustain membahas secara hukum syariat Islam tentang kedudukan orang kafir harbi yang Obama termasuk kafir muhariban fi’lan dan haram diterima sebagai tamu. Penolakan oleh Ulama menjadi sesuatu yang penting terlebih merekalah yang lebih paham dan mengerti dari sudut pandang Islam bukan maslahat yang kadang masyarakat awam mudah tertipu.&lt;br /&gt;Berkaitan itu pula KH Abdus Somad, tokoh ulama kasepuhan Merak memberikan pernyataan bahwa janji Allah akan diberikan kepada orang-orang yang istiqomah dan terus berjuang di jalan-Nya. Beliau menyitir tafsir Munir karangan syeikh Nawawi asli Tanara Serang bahwa &lt;i&gt;shultanan nashira&lt;/i&gt; adalah &lt;i&gt;shultanan dhzahiran&lt;/i&gt; yang berarti kekuasaan yang nyata akan diberikan Allah sebagaimana Rasul dan sahabat telah menerimanya. Ini akan melawan penjajahan disegala bidang termasuk yang dibawa Obama atau AS. Bahkan pada sesi penutup beliau berdoa untuk kemenangan umat Islam. Lebih khusus beliau memohonkan kepada Allah SWT agar jangan diwafatkan sebelum pejuang-pejuang masa kini diperlihatkan sebuah kemenangan yang nyata.&lt;br /&gt;Tokoh yang belum sempat hadir karena ada acara lain, KH. Muhammad Makmun LC dari Pesantren Daar el Falah Pandeglang secara tidak langsung mendukung FUB&amp;nbsp; yang bersepakat menolak kedatangan Obama.&lt;br /&gt;Acara berkesan ini ditutup dengan sebuah harapan agar pemerintah mau mendengar pernyataan para Ulama ini. Piagam seruan Ulama menolak Obama pun ditanda-tangani oleh peserta yang hadir dan akan terus disebar untuk mensosialisasikan ini ke tengah umat termasuk tokoh ulama. Bukan lain dan bukan tidak, menolak Obama dari sudut syariat Islam dan kemaslahatan umat. Masihkah mau menerima pemimpin penjajah yang membunuhi umat Islam? Hati kecil terdalam pasti akan menolaknya. Kecuali hati yang telah menjadi batu. &lt;i&gt;Wallahua’alam.[]&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-6581232652719506921?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://hizbut-tahrir.or.id' title='Mengapa Obama harus di tolak'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/6581232652719506921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/03/mengapa-obama-harus-di-tolak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/6581232652719506921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/6581232652719506921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/03/mengapa-obama-harus-di-tolak.html' title='Mengapa Obama harus di tolak'/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S4_Nl4tfolI/AAAAAAAAALU/mtrurEwMj0k/s72-c/423.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-7440514183187938365</id><published>2010-02-24T00:35:00.000+08:00</published><updated>2012-01-24T14:09:25.264+08:00</updated><title type='text'>UU PENISTAAN AGAMA</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;h2 style="color: yellow;"&gt;Ulama Madura Tolak Pencabutan UU Penistaan Agama&lt;/h2&gt;&lt;div id="change"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="print-link"&gt;&lt;/span&gt;JAKARTA--Sejumlah ulama yang tergabung dalam Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura menyerahkan petisi kepada Mahkamah Konstitusi (MK) yang berisi penolakan terhadap keinginan mencabut Undang-Undang Penodaan Agama Nomor 1/PNPS/1965.&lt;br /&gt;"Mereka intinya mengajukan petisi agar UU Penodaan Agama tidak dicabut," kata Ketua MK, Moh Mahfud MD, di Jakarta, Selasa. Mahfud memaparkan, menurut para ulama tersebut, alasan agar UU Penodaan Agama tidak dicabut antara lain agar tidak terjadi kekacauan di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;Ia mengemukakan, bagi mereka yang menentang maupun mendukung pencabutan UU Penodaan Agama seharusnya menyalurkan aspirasinya kepada pihak pemohon atau pemerintah. Hal ini karena dalam hukum acara MK, setiap aspirasi terkait suatu kasus uji materi sebuah UU seperti UU Penodaan Agama hanya bisa disampaikan di dalam persidangan uji materi tersebut.&lt;br /&gt;Ketua MK juga menegaskan, pihaknya tidak mengundang pakar kebebasan beragama dari Amerika Serikat, W Cole Durham Jr, untuk memberikan kesaksian di dalam persidangan uji materi UU Penodaan Agama.&lt;br /&gt;Pakar tersebut diajukan oleh pihak pemohon yang terdiri atas tujuh LSM, yakni Imparsial, Lembaga Studi Advokasi Masyarakat, Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia, Perkumpulan Pusat Studi HAM dan Demokrasi, Perkumpulan Masyarakat Setara, Yayasan Desantara, dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.&lt;br /&gt;Para pemohon menilai bahwa pasal-pasal dalam UU Penodaan Agama menunjukkan adanya kebijakan yang diskriminatif antaragama, bertentangan dengan prinsip toleransi, keragaman, dan pemikiran terbuka, membatasi serta bertentangan dengan jaminan kebebasan beragama seperti yang terdapat dalam UUD 1945.&lt;br /&gt;[Sumber berita: antara]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Nikah Sirih merugikan perempuan ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ali Mustafa Yaqub, MA mengaku heran dengan alasan beberapa kelompok yang mewacanakan RUU Peradilan Agama yang mengatur masalah nikah siri, kawin kontrak, dan poligami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pakar ilmu hadist yang juga&amp;nbsp; Imam Besar Masjid Istiqlal ini, beberapa kelompok yang mengajukan draf RUU itu menilai, nikah siri sangat merugikan perempuan.&amp;nbsp; Padahal, tak semua kaum perempuan mengaku seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa bilang merugikan perempuan? Banyak juga yang minta “nikah siri” itu perempuan. Artinya tetap menguntungkan kedua belah pihak. Jadi tidak dapat diterima argumen seperti itu,” ujarnya kepada &lt;i&gt;&lt;b&gt;hidayatullah.com.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustafa meragukan alasan-alasan aneh berbagai kalangan. Menurutnya, jika niatnya baik, maka, seharusnya RUU itu sifatnya mempermudah warganya. Bukan mempersulit, apalagi menghukum orang yang tergolong beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga heran dengan alasan kelompok pengusul RUU ini, yang menyebutkan ada sekian juta anak-anak lahir dari pernikahan yang tidak tercatat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar sebelum ini menegaskan bahwa wacana mempidanakan nikah tak tercatat tersebut untuk meminimalisir angka perceraian dan penyelewengan dalam pernikahan. Alasannya, ia telah menemukan,&amp;nbsp; 48 persen dari 80 juta anak yang lahir dari proses perkawinan yang tidak tercatat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu sekitar 35 juta anak. Konsekuensinya, mereka akan sulit mendapatkan surat lahir, kartu penduduk, hak-hak hukum, seperti hak waris dan masih banyak lagi,“ kata Nasaruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="right" height="214" mce_src="/images/foto/Ali-Mustafa-YaqubBW.jpg" src="http://www.hidayatullah.com/images/foto/Ali-Mustafa-YaqubBW.jpg" width="171" /&gt;Selain itu ia juga mengungkapkan, dari dua juta perkawinan per tahun, terdapat 200 ribu perceraian. “Masalah-masalah seperti ini tentunya perlu mendapatkan perhatian khusus,” tambah Nasaruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Mustafa Yakub menolak alasan aneh ini. Mustafa juga mempertanyakan dari mana data itu diperoleh. Sebab, yang namanya juga nikah siri ya tak tercatat, alias pasti tak bisa terdata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho kok tahu, sementara “nikah siri” kan tidak dicatat. Jadi tidak dapat diketahui,” tambahnya. “Kalau memang tujuannya untuk kemaslahatan masyarakat, ya harus dipermudah. Misalnya, ada saksi. Saksi itu berfungsi juga untuk pembuktian. Dan pembuktian tidak harus selalu di atas kertas.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi kalau memang tujuannya untuk melindungi masyarakat, ya itu saja dipermudah. Sebab banyak yang melakukan “nikah siri” gara-gara biaya mahal. Jadi kalau sampai “nikah siri” dipidanakan, nanti bisa-bisa yang marak pelacuran,” ujarnya menutup pembicaraan. [&lt;b&gt;dwi/cha/&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/" mce_href="http://www.hidayatullah.com"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 class="contentheading"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;    UU Nikah Siri  Jangan Sampai Menyalahi Hukum Allah&lt;/span&gt; &lt;/h2&gt;&lt;div class="article-content"&gt;Para ulama mengingatkan para pengaju RUU Peradilan Agama. Dikhawatirkan akan kian menyemarakkan praktek perzinaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="right" height="207" mce_src="/images/foto/cholil-ridwan2.jpg" src="http://www.hidayatullah.com/images/foto/cholil-ridwan2.jpg" width="300" /&gt;Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Cholil Ridwan, mengatakan, pemberlakuan RUU Peradilan Agama&amp;nbsp; jangan sampai malah menyalahi hukum Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan sampai hukum manusia menghakimi hukum Allah," tegas Kiai Cholil, dalam perbincangan dengan &lt;i&gt;&lt;b&gt;Hidayatullah.com&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Kiai Cholil, tidak tepat jika pemerintah sibuk membuat aturan dan ketentuan pidana kepada pelaku nikah siri, sedangkan kemaksiatan tetap dibiarkan merajalela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak terkait seharusnya lebih fokus menangani masalah perzinahan, prostitusi, lokalisasi, dan semacamnya, yang justru mudharatnya lebih banyak dan fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang berzina suka sama suka kok tidak dipidanakan. Masak orang yang menikah secara sah malah dipidanakan. Justru saya melihat, nanti orang takut nikah siri, akhirnya berzina, dan mungkin memang itu targetnya," jelas kiai yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Husnayain Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cholil menduga, UU Nikah Siri jika diberlakukan akan menjadi semacam aturan yang akan melegalisasi perzinaan. Jika itu tujuannya, maka masyarakat, khususnya umat Islam, harus menolak. “Kita tolak,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Ashshiddiqie, yang menyatakan nikah siri hanyalah zina terselubung, ditanggapi keras oleh Kiai Cholil. Menurut Cholil, Jimly seharusnya tidak terlalu jauh melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia harus ngaji lagi, harus tobat. Itu fikiran Jimly sendiri. Padahal Komisi Fatwa MUI didukung dengan Komisi Fatwa Ormas sudah mengeluarkan fatwa bahwa nikah siri itu sah," tegas Cholil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dua kali kesempatan acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gontor Ponorogo, Jawa Timur dan di Padang Pajang, Sumatera Barat, MUI telah mengeluarkan fatwa tentang sahnya nikah siri, didukung oleh Komisi Fatwa ormas-ormas Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cholil menjelaskan bahwa dalam fatwa tersebut juga direkomendasikan bagi pelaku nikah siri agar segera mendaftarkan diri ke Kantor Urusan Agama untuk mendapatkan legalitas secara administratif kenegaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau yang seperti itu dipidanakan, sama saja menganggap nikah itu tidak sah, nikah itu jelek. Padahal nikah itu syariat Islam," pungkas Kiai Cholil. [&lt;b&gt;ain/&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/" mce_href="http://www.hidayatullah.com"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-7440514183187938365?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/7440514183187938365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/02/uu-penistaan-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/7440514183187938365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/7440514183187938365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/02/uu-penistaan-agama.html' title='UU PENISTAAN AGAMA'/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-583729653655652358</id><published>2010-02-14T03:21:00.000+08:00</published><updated>2010-02-14T03:21:09.594+08:00</updated><title type='text'>BAHAYA LATEN VALENTINE DAY</title><content type='html'>&lt;h2 style="color: yellow;"&gt;Menguak Tabir Valentine’s Day&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Oleh Asri Supatmiati&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Hari Valentine (St. Valentine’s Day) sangat populer di negara-negara Eropa dan Amerika. Pada hari itu, kaum remaja merayakannya dengan hura-hura. Mereka datang ke pesta-pesta, berdansa semalam suntuk, saling memberi hadiah coklat, dan pergi bersama pasangannya ke tempat-tempat yang dianggap romantis. Bahkan hal-hal yang hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami-istri juga mereka lakukan. &lt;em&gt;Naudzubillah min dzalik.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana di Indonesia? Aroma Hari Valentine kini juga sangat menyengat di tanah air. Tak beda jauh dengan remaja-remaja luar negeri sana, mereka yang notabene muslim-muslimah ikut-ikutan merayakan hari kasih sayang. Mereka menjiplak habis-habisan perilaku permisif dan serba halal yang dilakukan orang Barat. Pasangan muda-mudi saling memberikan kartu berisi ungkapan-ungkapan cinta, puitis dan romantis.&lt;br /&gt;Sarat dengan ucapan yang membangkitkan syahwat.&lt;br /&gt;Fenomena Valentine’s Day pun menjadi ajang bisnis menggiurkan. Para pelaku bisnis -ironisnya sebagian besar juga muslim- ikut andil dalam menyemarakkan hari kasih sayang. Diluncurkanlah produk-produk terbaru yang bernuansa ‘cinta’. Seperti parcel valentine, pernak-pernik serba pink, berbentuk daun waru, dan kartu valentine dengan berbagai desain lengkap dengan kata-kata puitis penuh ungkapan cinta.&lt;br /&gt;Pusat perbelanjaan, hotel, restoran, kafe, outlet dan bahkan kantor-kantor juga dihiasi dengan nuansa valentine. Entah itu berupa spanduk berisi slogan-slogan, pita-pita, balon dan pernak-pernik serba pink. Bahkan mereka juga mengaitkan promosi produknya dengan Hari Valentine. Semisal dengan menggelar sale bertajuk ‘Memperingati Valentine’s Day, Sale Up to 70%’ atau ‘Ikuti Gebyar Undian Valentine’s Day.’&lt;br /&gt;Tak kalah serunya, tempat hiburan seperti hotel, kafe atau restoran juga menggelar acara khusus bertajuk peringatan hari kasih sayang. Biasanya berupa acara dinner disertai hiburan live music, diiringi games yang diikuti pasangan muda-mudi, lalu dansa-dansi bersama, dan seterusnya.&lt;br /&gt;Media massa pun cukup besar kontribusinya dalam ‘mempromosikan’ perayaan hari kasih sayang tersebut. Bagaimana tidak, pemberitaan pun dikait-kaitkan dengan Hari Valentine. Semisal dalam lead sebuah berita&lt;br /&gt;tertulis ‘Menjelang peringatan Hari Valentine, omzet coklat naik tajam.’ Atau ‘Artis Ayu Kemayu merayakan Valentine’s Day bersama kekasih barunya’ atau ‘Biar romantis, pasangan artis Dona dan Doni menikah di Hari Valentine.’ Dan masih banyak lagi pemberitaan di media massa yang dikait-kaitkan dengan Valentine’s Day.&lt;br /&gt;Sementara iklan-iklan produk yang juga dikaitkan dengan Valentine’s Day takkalah semaraknya, baik di media cetak maupun televisi. Dengan gencarnya pemberitaan dan iklan semacam itu, tentu saja opini tentang adanya Valentine’s Day dan keharusan untuk merayakannya semakin menguat. Otomatis remaja semakin merasa penting untuk terlibat di dalamnya. Jika tidak, dirinya akan merasa kuper, kuno dan tidak&lt;br /&gt;trendy. Sebaliknya, dengan merayakan Valentine’s day mereka akan bangga karena menjadi remaja masa kini yang gaul dan tidak ketinggalan zaman.&lt;br /&gt;Pada akhirnya orang tua akan semakin memberi kelonggaran kepada anak-anaknya untuk merayakan hari tersebut, karena menganggap sebagai hal yang lumrah. Sebagai orang tua yang hidup di zaman modern, mereka tidak mau disebut ortu yang kolot sehingga membebek mengikuti apa saja selera anaknya. Bahkan tidak sedikit orang tua semacam itu yang juga ikut merayakan hari kasih sayang. Mereka yang mengaku sebagai ortu ‘modern’, layaknya pasangan muda-mudi saja, saling memberi hadiah pada pasangannya, bahkan memanfaatkan momen tersebut untuk bulan madu kembali. &lt;em&gt;Well&lt;/em&gt;, Velantine’s Day benar-benar sudah menjadi epidemi di tengah-tengah masyarakat, tak terkecuali kaum muslimin dan muslimah.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;strong&gt;Akibat Lemahnya Aqidah&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;Bila kita cermati, kaum muslimin ikut merayakan Valentine’s Day, karena minimnya pemahaman umat Islam tentang hakikat hari tersebut. Muslim-muslimah banyak yang tidak faham latar belakang dan sejarah munculnya Valentie’s Day yang notabene bukan dari Islam. Di sisi lain, pemahamam mereka terhadap ajaran Islam sendiri juga sangat lemah. Aqidah yang tidak menancap kuat dan ketidaktahuan akan hukum-hukum syariat Islam terkait dengan perbuatan, membuat umat Islam begitu bodoh dan mudah tertipu. Sehingga, begitu muncul produk atau aktivitas-aktivitas baru yang sebetulnya bertentangan dengan Islam, mereka tidak memiliki kemampuan menyaring, memilah atau membandingkan, apakah ini halal atau haram, boleh atau tidak. Akhirnya, tanpa mereka sadari mereka mengikuti saja arus yang mengalir di masyarakat.&lt;br /&gt;Bukan itu saja, pengaruh lingkungan pergaulan juga cukup besar. Remaja yang biasa bergaul bebas muda-mudi, biasa pacaran, akan sangat terpesona dengan jargon hari kasih sayang. Sementara remaja baik-baik yang tadinya cuek dengan hari tersebut, bila bergaul dengan para aktivis Valentine’s Day, tentu saja mau tidak mau terpengaruh untuk ikut meramaikannya.&lt;br /&gt;Hal ini juga tidak terlepas dari longgarnya pengawasan ortu. Bahkan ortu malah memberikan dukungan kepada anaknya untuk merayakan hari tersebut. Misal dengan dukungan dana untuk merayakannya, diberi&lt;br /&gt;kelonggaran keluar pada tanggal 14 Februari, atau dibolehkan berdua-duaan dengan pasangannya.&lt;br /&gt;Selain itu pola pendidikan yang tidak sesuai aturan agama menyebabkan anak mudah dipengaruhi oleh lingkungan yang kebanyakan melanggar norma-norma adat dan agama itu sendiri. Lengkaplah sudah dorongan bagi mereka untuk terjerumus ke dalam lembah kesalahan. Semua itu dilakukan dengan dalih modernitas, trendy dan gaul. Batasan halal-haram dan norma-norma agama dicampakkan begitu saja. Itulah potret umat di masa kini yang begitu memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Valentine&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;Perayaan Hari Kasih Sayang ini memiliki perpaduan sebuah tradisi yang bernuansa Kristiani dan Roma kuno. Dan memang ada beberapa versi yang menjelaskan asal muasal perayaan Valentine’s Day. Salah satu versi&lt;br /&gt;menyebutkan, dahulu ada seorang pemimpin agama Katolik bernama Valentine bersama rekannya Santo Marius yang secara diam-diam menentang kebijakan pemerintahan Kaisar Claudius II (268-270 M) kala&lt;br /&gt;itu. Pasalnya, kaisar tersebut menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik performanya ketika berperang. Karena itu, ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang potensial. Nah, Valentine tidak setuju dengan peraturan tersebut. Ia secara diam-diam tetap menikahkan setiap pasangan muda-mudi yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah perkawinan. Hal ini dilakukannya secara rahasia. Namun ibarat pepatah sepandai-pandai tupai melompat, ia akan jatuh juga. Demikian pula dengan aksi yang dilakukan Valentine, lambat laun pun tercium oleh Claudius II.&lt;br /&gt;Valentine harus menanggung perbuatannya, dijebloskan ke penjara dan diancam hukuman mati. Dalam legenda ini, Valentine didapati jatuh hati kepada anak gadis seorang sipir, penjaga penjara. Gadis yang dikasihinya senantiasa setia untuk menjenguk Valentine di penjara kala itu. Tragisnya, sebelum ajal tiba bagi Valentine, ia meninggalkan pesan dalam sebuah surat untuknya. Ada tiga buah kata yang tertulis sebagai tanda tangannya di akhir surat dan menjadi populer hingga saat ini- “From Your Valentine.”&lt;br /&gt;Ekspresi dari perwujudan cinta Valentine terhadap gadis yang dicintainya itu masih terus digunakan oleh orang-orang masa kini. Sementara itu, The Encyclopedia Britannica, Vol. 12 halaman 242 menyebutkan, kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat The World Book Encyclopedia, 1998).&lt;br /&gt;Sejak itu mengirimkan kartu bertuliskan “Be My Valentine” menjadi tradisi mengikuti hari kasih sayang. Sekitar 200 tahun sesudah kisah di atas, Paus Gelasius meresmikan tanggal 14 Februari tahun 496 sesudah Masehi sebagai hari untuk memperingati Santo Valentine. Gelar Saint atau Santo diberikan karena kebaikan dan ketulusannya menolong muda-mudi yang jatuh cinta untuk melangsungkan pernikahan. Untuk mengagungkan St. Valentine yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai ‘upacara keagamaan’.&lt;br /&gt;Tetapi sejak abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai berangsur-angsur hilang dan berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Lupercalia” yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Ya, versi lain tentang Valentine menjelaskan bahwa hari itu berkaitan dengan tradisi kuno bangsa Romawi. Dimulai pada zaman Roma kuno tanggal 14 Febuari, yang merupakan hari raya untuk memperingati Dewi Juno. Ia merupakan ratu dari segala dewa dan dewi kepercayaan bangsa Roma. Orang Romawi pun mengakui kalau dewi ini merupakan dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan. Dan sehari setelahnya yaitu tanggal 15 Februari merupakan perayaan Lupercalia.&lt;br /&gt;Pada perayaan Lupercalia inilah, remaja-remaja lelaki dan perempuan harus dipisahkan satu sama lain. Namun, pada malam sebelum Lupercalia, nama-nama anak perempuan Romawi yang sudah ditulis di atas kertas dimasukkan ke dalam botol. Nah, setiap anak lelaki akan menarik sebuah kertas. Dan anak perempuan yang namanya tertulis di atas kertas itulah yang akan menjadi pasangannya selama festival Lupercalia berlangsung, keesokan harinya. Kadang-kadang, kebersamaan tersebut bertahan hingga lama. Akhirnya, pasangan tersebut saling jatuh cinta dan menikah di kemudian hari.&lt;br /&gt;Dalam legenda ini ada pula sosok yang disebut Cupid (berarti: the desire), yakni si bayi bersayap dengan panah yang digambarkan sebagai lambing cinta. Cupid ini adalah putra Nimrod The Hunter, dewa Matahari. Disebut Tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri.&lt;br /&gt;Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani, pesta Lupercalia kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai ‘hari kasih sayang’ juga&lt;br /&gt;dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropa bahwa waktu ‘kasih sayang’ itu mulai bersemi ‘bagai burung jantan dan betina’ pada tanggal 14 Februari.&lt;br /&gt;Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang berarti ‘galant atau cinta’. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Namun dengan berkembangnya zaman, legenda tentang seorang martir bernama St. Valentino terus bergeser jauh dari pengertian sebenarnya.&lt;br /&gt;Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine melalui greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado (bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1.700 tahun yang lalu. Dan sayangnya, umat Islam pun turut serta mengikuti dan membebek saja. Padahal jelas-jelas sejarah perayaan itu sendiri sama sekali tidak ada hubungannya dengan Islam, dan bahkan sangat bertentangan dengan ajaran Islam karena justru bermula dari ajaran agama lain.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;strong&gt;Maksiat dan Sia-sia&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;Terlepas dari sejarah lahirnya Valentine’s Day yang nyata-nyata bukan dari Islam, bila kita tilik perayaan Valentine’s Day, maka seluruhnya melanggar syara’. Tidak ada sedikitpun nilai kebaikan dari perayaan&lt;br /&gt;tersebut. Meskipun dengan alasan mengungkapkan kasih-sayang kepada sesama, tetap bukan alasan pembenaran bagi perayaan Hari Valentine. Tengok saja, Valentine’s Day umumnya dirayakan oleh pasangan&lt;br /&gt;muda-mudi. Seorang pemuda yang menyukai lawan jenisnya, akan mengirimkan kartu ucapan selamat, bunga mawar merah atau memberi hadiah coklat kepada cewek idamannya itu. Jelas ini aktivitas yang&lt;br /&gt;tidak dibenarkan dalam Islam karena dapat membangkitkat syahwat, sementara mereka belum terikat dengan tali pernikahan yang dapat menjadi penyalurannya.&lt;br /&gt;Sementara pasangan muda-mudi yang sudah saling dimabuk asmara, lebih parah lagi. Mereka akan merayakannya berdua-duaan, menyepi, bermesra-mesraan dan tak jarang diakhiri dengan hubungan suami-istri. &lt;em&gt;Na’udzubillahi min zalik&lt;/em&gt;. Jelas ini aktivitas yang diharamkan oleh Allah. Mereka sudah melakukan dosa berkhalwat (berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahram), mendekati zina dan bahkan berzina itu&lt;br /&gt;sendiri.&lt;br /&gt;Padahal Allah Swt melarang keras umat-Nya untuk mendekati zina, apalagi sampai berzina beneran. Ingatlah firman Allah Swt yang artinya: “&lt;em&gt;Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu&lt;br /&gt;perbuatan tercela dan jalan yang buruk&lt;/em&gt;.” (Al-Isra:32). Sebagian remaja lainnya membenarkan Hari Valentine karena toh merayakannya beramai-ramai dan nggak sampai berzina. Misalnya sekadar jalan-jalan bareng ke tempat wisata, makan-makan rame-rame di kafe atau nonton live music di hotel. Inipun tetap melanggar Islam karena Allah melarang kita untuk berikhtilat alias bercampur baur laki-laki perempuan yang tidak ada keperluan syar’i. Ini juga termasuk aktivitas hura-hura yang sangat dibenci Allah Swt.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan perayaan Valentine’s Day yang dilakukan sepasang suami istri? Setali tiga uang alias sama saja. Dalam hal ini mereka terkena hukum tasyabuh, yakni mengikuti kebiasaan orang kafir. Ya, sebab Valentine’s Day adalah hari raya milik orang kafir yang tidak boleh diikuti kaum muslimin. Perayaan hari besar adalah menyangkut masalah aqidah dan sama sekali tidak ada toleransi dalam hal ini.&lt;br /&gt;Alquran maupun Sunnah secara syar’i melarang tasyabuh dalam segala bentuk dan sifatnya, baik masalah aqidah, ibadah, budaya, maupun tingkah laku. Allah berfirman dalam Surat An-Nisaa: 115 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruknya tempat kembali.&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;Rasulullah juga bersabda “&lt;em&gt;Man ‘amila ‘amalan laisa ‘alayhi amrunaa fa huwa raddun&lt;/em&gt;” yang artinya: “Siapa saja melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan tuntunanku, maka perbuatan itu akan tertolak” (HR Bukhari).&lt;br /&gt;Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine s Day mengatakan: merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: pertama, ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syariat Islam. Kedua, ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) –semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum,&amp;nbsp; berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya.&lt;br /&gt;Lebih dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup orang kafir akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati pada mereke. Allah Swt telah berfirman yang artinya:&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim&lt;/em&gt;.” (Al-Maidah: 51)&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan ucapan Be My Valentine? Ken Sweiger dalam artikel Should Biblical Christians Observe It? (www.korrnet.org) mengatakan kata Valentine berasal dari Latin yang berarti “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa.” Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, Tuhannya bangsa Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my&lt;br /&gt;Valentine”, hal itu berarti memintanya menjadi Sang Maha Kuasa dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut syirik alias menyekutukan Allah Swt.&lt;br /&gt;Kalau sekadar memberi ucapan selamat merayakan Hari Valentine? Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati haram hukumnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu menunjukkan dukungan dan restunya pada ritual agama lain. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Abu Waqid Radhiallaahu anhu meriwayatkan: Rasulullah Saw saat keluar menuju perang Khaibar, melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath. Biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah berkata, “Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami &lt;em&gt;Dzaatu Anwaath&lt;/em&gt;, sebagaimana mereka mempunyai &lt;em&gt;Dzaatu Anwaath&lt;/em&gt;.” Maka Rasulullah&lt;br /&gt;Saw bersabda, “Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, Buatkan untuk kami Tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan. Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan&lt;br /&gt;mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).&lt;br /&gt;Jelaslah, tidak ada sedikitpun kebolehan bagi umat Islam untuk mengikuti kebiasaan orang kafir. Menyerupai orang kafir sama halnya dengan ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah&lt;br /&gt;nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap rakaat shalatnya&lt;br /&gt;membaca, “&lt;em&gt;Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.&lt;/em&gt;“(Al-Fatihah:6-7)&lt;br /&gt;Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan&lt;br /&gt;sesat itu dengan sukarela.&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: orange;"&gt;Senjata Melenakan Umat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di abad milenium ini, Valentine’s Day sejatinya sengaja dijajakan ke penjuru dunia sebagai bagian dari skenario liberalisasi (kebebasan). Hari Kasih Sayang sengaja dicekokkan ke benak umat Islam untuk&lt;br /&gt;melenakan mereka dengan aktivitas yang melanggar syara’. Dengan aktivitas ini, sedikit demi sedikit umat Islam diarahkan untuk semakin menjauh dari aqidah Islam.&lt;br /&gt;Allah telah berfirman yang artinya:  “&lt;em&gt;Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang&lt;br /&gt;benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.&lt;/em&gt;” (TQS Al-Baqaroh: 120)&lt;br /&gt;Jelas sudah bahwa mereka senantiasa benci kepada kita kecuali kita berpartisipasi pada acara ritual mereka, model pakaian dan pola pikir yang mereka miliki. Perayaan valentine adalah salah satu sarana mereka untuk memurtadkan kita secara perlahan tapi pasti, tanpa kita sadari. Karena itu, wahai kaum muslimin dan muslimah, jangan tertipu slogan kasih sayang yang menjerumuskan.[]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Asri Supatmiati, Jurnalis.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-583729653655652358?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/583729653655652358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/02/bahaya-laten-valentine-day_946.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/583729653655652358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/583729653655652358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/02/bahaya-laten-valentine-day_946.html' title='BAHAYA LATEN VALENTINE DAY'/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-8630060730970386994</id><published>2010-01-28T16:37:00.000+08:00</published><updated>2012-01-24T14:15:55.658+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri'/><title type='text'>Foto aksi BKLDK 100 Hari Kepemimpinan SBY-BOEDIONO</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Galeri Aksi BKLDK di Sebagian kota besar di Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;# Aksi BKLDK Wilayah JABODETABEK; dipusatkan di depan ISTANA MERDEKA. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E3CrBCAyI/AAAAAAAAAFo/GFlkRox3DX4/s1600-h/aksi+nas12+jkrt+27+jan+2010.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="267" src="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E3CrBCAyI/AAAAAAAAAFo/GFlkRox3DX4/s400/aksi+nas12+jkrt+27+jan+2010.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E228AHIaI/AAAAAAAAAFg/e16HDpXtkwI/s1600-h/aksi+nas7+jkrt+27+jan+2010.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E228AHIaI/AAAAAAAAAFg/e16HDpXtkwI/s320/aksi+nas7+jkrt+27+jan+2010.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FBaFKataI/AAAAAAAAAHA/Fj5ENSxTM7E/s1600-h/aksi+nas1+jkrt+27+jan+2010.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FBaFKataI/AAAAAAAAAHA/Fj5ENSxTM7E/s320/aksi+nas1+jkrt+27+jan+2010.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FBnnPAYvI/AAAAAAAAAHI/uP2tGbXP8zY/s1600-h/aksi+nas2+jkrt+27+jan+2010.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FBnnPAYvI/AAAAAAAAAHI/uP2tGbXP8zY/s320/aksi+nas2+jkrt+27+jan+2010.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FCSU4nO6I/AAAAAAAAAHQ/p8Ulr6LaOug/s1600-h/aksi+nas8+jkrt+27+jan+2010.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FCSU4nO6I/AAAAAAAAAHQ/p8Ulr6LaOug/s320/aksi+nas8+jkrt+27+jan+2010.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FCq9aBQpI/AAAAAAAAAHg/X7WaviDugLo/s1600-h/aksi+nas14+jkrt+27+jan+2010.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FCq9aBQpI/AAAAAAAAAHg/X7WaviDugLo/s320/aksi+nas14+jkrt+27+jan+2010.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E3PuFhhOI/AAAAAAAAAFw/wpo2g6MZdSw/s1600-h/aksi+nas5+jkrt+27+jan+2010.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E3PuFhhOI/AAAAAAAAAFw/wpo2g6MZdSw/s320/aksi+nas5+jkrt+27+jan+2010.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E8vj8XMRI/AAAAAAAAAG4/rzcA0fP_yEU/s1600-h/aksi+nas17+jkrt+27+jan+2010.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E8vj8XMRI/AAAAAAAAAG4/rzcA0fP_yEU/s320/aksi+nas17+jkrt+27+jan+2010.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FFA8FDYqI/AAAAAAAAAHo/xPaaX_T9WoU/s1600-h/aksi+nas10+jkrt+27+jan+2010.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FFA8FDYqI/AAAAAAAAAHo/xPaaX_T9WoU/s320/aksi+nas10+jkrt+27+jan+2010.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;# Aksi BKLDK SOLORAYA:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E5IYG0HZI/AAAAAAAAAGQ/I2z1p0ZrVhM/s1600-h/photo7+aksi+27+jan+2010+bkldk+soloraya.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E5IYG0HZI/AAAAAAAAAGQ/I2z1p0ZrVhM/s320/photo7+aksi+27+jan+2010+bkldk+soloraya.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E5MlHY69I/AAAAAAAAAGY/IJgasApffRQ/s1600-h/photo3+aksi+27+jan+2010+bkldk+soloraya.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E5MlHY69I/AAAAAAAAAGY/IJgasApffRQ/s320/photo3+aksi+27+jan+2010+bkldk+soloraya.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: left;"&gt;# Aksi BKLDK Kota BANDUNG:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E5EG52OfI/AAAAAAAAAGI/DzpIIh7AROk/s1600-h/photo2+aksi+27+jan+2010+bkldk+jabar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E5EG52OfI/AAAAAAAAAGI/DzpIIh7AROk/s320/photo2+aksi+27+jan+2010+bkldk+jabar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FIGymlVlI/AAAAAAAAAIA/bXydfuTPX9w/s1600-h/photo4+aksi+27+jan+2010+bkldk+jabar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FIGymlVlI/AAAAAAAAAIA/bXydfuTPX9w/s320/photo4+aksi+27+jan+2010+bkldk+jabar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: left;"&gt;# Aksi BKLDK Kota SURABAYA:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FIgqf2b4I/AAAAAAAAAII/XnOlwrieZck/s1600-h/aksi-nasional-sby.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FIgqf2b4I/AAAAAAAAAII/XnOlwrieZck/s320/aksi-nasional-sby.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FIsziy4EI/AAAAAAAAAIQ/4C29CH6tlk8/s1600-h/kk73303_sby2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FIsziy4EI/AAAAAAAAAIQ/4C29CH6tlk8/s320/kk73303_sby2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FLJWyVs2I/AAAAAAAAAIY/iRF4niDIyUk/s1600-h/sby.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FLJWyVs2I/AAAAAAAAAIY/iRF4niDIyUk/s320/sby.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: left;"&gt;# Aksi BKLDK Kota MAKASSAR:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FG2YC_PrI/AAAAAAAAAH4/yOItNsBxEK8/s1600-h/bkldk+mks.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FG2YC_PrI/AAAAAAAAAH4/yOItNsBxEK8/s320/bkldk+mks.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E8cc1IOOI/AAAAAAAAAGw/CCBhgxwCuP4/s1600-h/Aksi+Dakwah+Kampus+mks.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E8cc1IOOI/AAAAAAAAAGw/CCBhgxwCuP4/s320/Aksi+Dakwah+Kampus+mks.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FLsKZAMyI/AAAAAAAAAIg/pt7xBSD97GE/s1600-h/1264608838F-Yusran-Demo+fly+over+%284%29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FLsKZAMyI/AAAAAAAAAIg/pt7xBSD97GE/s320/1264608838F-Yusran-Demo+fly+over+%284%29.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: left;"&gt;# Aksi BKLDK Kota KENDARI:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FS9e2_vfI/AAAAAAAAAIo/Htq7LD6wZTM/s1600-h/sulteng.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FS9e2_vfI/AAAAAAAAAIo/Htq7LD6wZTM/s320/sulteng.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: left;"&gt;# Aksi BKLDK Kota MEDAN:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FTWRB5QkI/AAAAAAAAAIw/VQ-8w7SbhXk/s1600-h/sumpah-mahasiswa+medan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FTWRB5QkI/AAAAAAAAAIw/VQ-8w7SbhXk/s320/sumpah-mahasiswa+medan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FTdxQnGiI/AAAAAAAAAI4/arkaqsW1dXo/s1600-h/sumpah-mahasiswa+medan2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FTdxQnGiI/AAAAAAAAAI4/arkaqsW1dXo/s320/sumpah-mahasiswa+medan2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: left;"&gt;# Aksi BKLDK Kota PALEMBANG:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FTtmf_zDI/AAAAAAAAAJA/ItItFCWVSiM/s1600-h/palembang2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FTtmf_zDI/AAAAAAAAAJA/ItItFCWVSiM/s200/palembang2.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FT0Sc9lNI/AAAAAAAAAJI/JIFfdFTfSqQ/s1600-h/palembang1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FT0Sc9lNI/AAAAAAAAAJI/JIFfdFTfSqQ/s200/palembang1.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FT_CVe0tI/AAAAAAAAAJY/nWuF1f1MlY4/s1600-h/palembang3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FT_CVe0tI/AAAAAAAAAJY/nWuF1f1MlY4/s200/palembang3.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: left;"&gt;# Aksi BKLDK Kota SAMARINDA:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FVM9lm_-I/AAAAAAAAAKA/_sh4EhK-V9k/s1600-h/sama.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2FVM9lm_-I/AAAAAAAAAKA/_sh4EhK-V9k/s320/sama.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-8630060730970386994?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/8630060730970386994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/01/foto-aksi-bkldk-27-januari-2010.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/8630060730970386994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/8630060730970386994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/01/foto-aksi-bkldk-27-januari-2010.html' title='Foto aksi BKLDK 100 Hari Kepemimpinan SBY-BOEDIONO'/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S2E3CrBCAyI/AAAAAAAAAFo/GFlkRox3DX4/s72-c/aksi+nas12+jkrt+27+jan+2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-8094632654284729828</id><published>2010-01-22T00:03:00.000+08:00</published><updated>2012-01-24T14:16:33.173+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan'/><title type='text'>Aksi BKLDK 100 hari Kepemimpinan SBY</title><content type='html'>&lt;div style="color: blue;"&gt;Ratusan Ribu Mahasiswa Akan Mengadakan Aksi 27 Januari 2010 Untuk "Ganti Rezim &amp;amp; Sistem" Negeri Ini.    &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;Serentak di Kota-kota Besar Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dilatarbelakangi oleh permasalahan bangsa yang semakin memprihatinkan. Apalagi dengan kasus terbaru yaitu Century Gate, semakin memperlihatkan kepada kita bahwa negara Indonesia lemah dalam menjaga dan melindungi rakyatnya dari para perusak, penjajah dan juga pengkhianat negeri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, rakyat dibodoh-bodohi dalam hal keadilan hukum. Dimana yang kuat pasti menang. Kemudian hak-hak rakyat selalu tidak bisa dipenuhi dengan baik. Hampir setengah dari jumlah penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Selain itu kekayaan alam yang ada juga tidak bisa dinikmati sendiri, tetapi cenderung di komersialisasikan untuk kepentingan tertentu dan hasilnya tidak bisa diberikan secara maksimal untuk rakyatnya. Dan berbagai permasalahan lainnya yang tidak bisa diceritakan satu persatu.&lt;br /&gt;Sedangkan khusus untuk Century Gate adalah sebuah kasus nyata dan sangat telanjang betapa rapuh dan lemahnya sistem yang dipakai Negara ini untuk melindungi dan menjaga uang rakyat serta rapuh dan lemahnya dalam menjaga kestabilan ekonomi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) dengan semua anggota dan jaringannya diseluruh kampus se-Indonesia mengamati benar bahwa kematian negeri ini tidak lama lagi, jika kita bisa melihat dengan benar sinyal-sinyal diatas. Untuk itu, aksi tanggal 27 Januari 2010 yang akan diadakan adalah untuk menjelaskan kepada masyarakat dan pemerintah bahwa Negara kita telah sekarat dengan sistem yang ada, bahkan sistem yang juga telah membuat pejabat dan penguasa menjadi perampok, koruptor dan pengkhianat rakyatnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memunculkan tema “CENTURY GATE: SINYAL KEMATIAN INDONESIA, SELAMATKAN DENGAN ISLAM” panitia akan membuat aksi yang unik dan menarik tapi tetap syarat makna. “iya, kami tidak akan hanya membuat sekedar aksi dengan ratusan ribu masa di kota-kota besar di Indonesia. Tapi kita juga akan membuat aksi yang akan membuat masyarakat tercengang dan juga menangkap ide yang kita maksudkan”. Ujar Koordinator aksi pusat, Sdr. Irham. Lanjutnya, aksi-aksi di sekretariat pusat Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-8094632654284729828?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/8094632654284729828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/01/aksi-bkldk-100-hari-kepemimpinan-sby.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/8094632654284729828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/8094632654284729828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/01/aksi-bkldk-100-hari-kepemimpinan-sby.html' title='Aksi BKLDK 100 hari Kepemimpinan SBY'/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-1892374110512372440</id><published>2010-01-11T23:32:00.000+08:00</published><updated>2012-01-24T14:16:33.164+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan'/><title type='text'>ISLAMIC LEADERSHIP TRAINING 2010</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S0tBDAcfd8I/AAAAAAAAAFY/o_WFZDF_PrY/s1600-h/ILT+fb.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S0tBDAcfd8I/AAAAAAAAAFY/o_WFZDF_PrY/s200/ILT+fb.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face {font-family:"Lucida Sans Unicode"; panose-1:2 11 6 2 3 5 4 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-2147480833 14699 0 0 63 0;}@font-face {font-family:font188; mso-font-alt:"Times New Roman"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; mso-hyphenate:none; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"Lucida Sans Unicode"; mso-bidi-font-family:font188; mso-font-kerning:.5pt; mso-fareast-language:AR-SA;}p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing {mso-style-priority:1; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; mso-hyphenate:none; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"Lucida Sans Unicode"; mso-bidi-font-family:font188; mso-font-kerning:.5pt; mso-fareast-language:AR-SA;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="color: yellow; font-size: large;"&gt;Latar belakang&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Berbagai masalah di seluruh sektor kehidupan mendera negeri ini. Salah satu contoh kecil adalah Kasus Bank Century. Berlarut-larutnya kasus ini membuktikan kebobrokan sistem. Belum lagi kasus-kasus lain yang tak pernah selesai. Mafia hukum, kemiskinan, pendidikan mahal, pengobatan mahal,&amp;nbsp; kriminalitas yang tinggi, praktek aborsi, HIV/AIDS, Privatisasi SDA dan sekelumit masalah-masalah yang cukup rumit dipecahkan. Semuanya berangkat dari asas sekulerisme yang menjadi sistem negeri ini. Dimana Agama (baca:Islam) dipisahkan dari ranah-ranah pengaturan masyarakat. Agama tak boleh menjadi asas Negara. Hingga akhirnya rakyat (baca:manusia) yang menjadi penentu benar salah untuk menjalani kehidupannya.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mahasiswa harus mengerahkan seluruh daya dan upaya untuk mengatasi berbagai masalah yang mendera negeri ini. Langkah utama yang harus dilakukan oleh mahasiswa Islam adalah menjadikan Syariat Islam sebagai tawaran solusi tuntas dan menjadikannya sebagai asas pergerakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Syariat Islam adalah kewajiban yang harus dilaksanakan dan diperjuangkan. Untuk menjadikan Islam sebagai satu-satunya aturan yang mengatur manusia tentu membutuhkan adanya sebuah institusi negara adidaya yang mengawal penerapan syariat Islam. Langkah ini persis yang dilakukan oleh Rasulullah ketika mendirikan negara Islam di Madinah, yang selanjutnya menjadi kendaraan politik Rasulullah untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia, bahkan sampai ke nusantara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="height: 36px; margin-left: 1px; margin-top: 75px; position: absolute; width: 353px; z-index: -1;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Tanpa adanya institusi negara ini maka sulit dibayangkan Islam bisa tegak dengan sempurna dan tersebar ke seluruh penjuru dunia&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face {font-family:"Lucida Sans Unicode"; panose-1:2 11 6 2 3 5 4 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-2147480833 14699 0 0 63 0;}@font-face {font-family:font188; mso-font-alt:"Times New Roman"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; mso-hyphenate:none; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"Lucida Sans Unicode"; mso-bidi-font-family:font188; mso-font-kerning:.5pt; mso-fareast-language:AR-SA;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;institusi negara inilah yang sering disebut sebagai “Daulah Khilafah Islamiyah”. Negara yang pernah menyatukan umat Islam dibawah satu kepemimpinan, selama 13 abad lamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Untuk kembali menancapkan pemahaman Islam kaffah di tengah-tengah mahasiswa dan kembali menggugah hati mahasiswa untuk memperjuangkan kembali tegaknya Syariah dan Khilafah, maka kami dari Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Daerah Makassar telah memformat sebuah agenda yang bertajuk Islamic Leadership Training. Dari kegiatan ini diharapkan mampu tampil mahasiswa Islam ideologis yang akan menjadi penjaga Islam yang terpercaya sekaligus&amp;nbsp; tampil sebagai sosok pemimpin umat yang tangguh serta mampu menjadi katalisator tegaknya syariah dan khilafah, yang telah dijanjikan oleh Allah, dan sebentar lagi akan terwujud.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="color: yellow; font-size: large;"&gt;Tujuan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face {font-family:"Lucida Sans Unicode"; panose-1:2 11 6 2 3 5 4 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-2147480833 14699 0 0 63 0;}@font-face {font-family:font188; mso-font-alt:"Times New Roman"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; mso-hyphenate:none; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"Lucida Sans Unicode"; mso-bidi-font-family:font188; mso-font-kerning:.5pt; mso-fareast-language:AR-SA;}p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:.5in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; mso-hyphenate:none; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"Lucida Sans Unicode"; mso-bidi-font-family:font188; mso-font-kerning:.5pt; mso-fareast-language:AR-SA;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:1; mso-list-template-ids:1;}@list l0:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; mso-ascii-font-family:Symbol; mso-hansi-font-family:Symbol;}@list l0:level2 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:o; mso-level-tab-stop:.75in; mso-level-number-position:left; margin-left:.75in; text-indent:-.25in; mso-ascii-font-family:"Courier New"; mso-hansi-font-family:"Courier New"; mso-bidi-font-family:"Courier New";}@list l0:level3 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:1.0in; mso-level-number-position:left; margin-left:1.0in; text-indent:-.25in; mso-ascii-font-family:Wingdings; mso-hansi-font-family:Wingdings;}@list l0:level4 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:1.25in; mso-level-number-position:left; margin-left:1.25in; text-indent:-.25in; mso-ascii-font-family:Symbol; mso-hansi-font-family:Symbol;}@list l0:level5 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:o; mso-level-tab-stop:1.5in; mso-level-number-position:left; margin-left:1.5in; text-indent:-.25in; mso-ascii-font-family:"Courier New"; mso-hansi-font-family:"Courier New"; mso-bidi-font-family:"Courier New";}@list l0:level6 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:1.75in; mso-level-number-position:left; margin-left:1.75in; text-indent:-.25in; mso-ascii-font-family:Wingdings; mso-hansi-font-family:Wingdings;}@list l0:level7 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:2.0in; mso-level-number-position:left; margin-left:2.0in; text-indent:-.25in; mso-ascii-font-family:Symbol; mso-hansi-font-family:Symbol;}@list l0:level8 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:o; mso-level-tab-stop:2.25in; mso-level-number-position:left; margin-left:2.25in; text-indent:-.25in; mso-ascii-font-family:"Courier New"; mso-hansi-font-family:"Courier New"; mso-bidi-font-family:"Courier New";}@list l0:level9 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:2.5in; mso-level-number-position:left; margin-left:2.5in; text-indent:-.25in; mso-ascii-font-family:Wingdings; mso-hansi-font-family:Wingdings;}ol {margin-bottom:0in;}ul {margin-bottom:0in;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 13.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;·&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Memotivasi semangat perjuangan khususnya dikalangan mahasiswa, sehingga percaya diri dan yakin untuk tampil sebgai mahasiswa Islam ideologis yang akan berjuang demi tegaknya kemuliaan Islam dan kaum muslimin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 13.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;·&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Menuntun mahasiswa untuk menemukan Islam sebagai satu-satunya pandangan hidup, dan melakukan transformasi sosial menuju kehidupan Islam kaffah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 13.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;·&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Memberikan penyadaran kepada mahasiswa akan pentingnya penerapan syariat Islam dalam naungan institusi Daulah Khilafah Islamiyah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face {font-family:"Lucida Sans Unicode"; panose-1:2 11 6 2 3 5 4 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-2147480833 14699 0 0 63 0;}@font-face {font-family:font188; mso-font-alt:"Times New Roman"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; mso-hyphenate:none; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"Lucida Sans Unicode"; mso-bidi-font-family:font188; mso-font-kerning:.5pt; mso-fareast-language:AR-SA;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-right: -1.35pt; text-align: center;"&gt;Tema kegiatan ini adalah:&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-right: -1.35pt; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Islamic Leadership Training :Menancapkan Iman, Meledakkan Semangat”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: -1.35pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face {font-family:"Lucida Sans Unicode"; panose-1:2 11 6 2 3 5 4 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-2147480833 14699 0 0 63 0;}@font-face {font-family:font188; mso-font-alt:"Times New Roman"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; mso-hyphenate:none; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"Lucida Sans Unicode"; mso-bidi-font-family:font188; mso-font-kerning:.5pt; mso-fareast-language:AR-SA;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Acara Insya&amp;nbsp; Allah dilaksanakan pada hari, &lt;b&gt;Sabtu 16 Januari 2010,di Aula Prof. Amiruddin Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin (UNHAS)&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face {font-family:"Lucida Sans Unicode"; panose-1:2 11 6 2 3 5 4 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-2147480833 14699 0 0 63 0;}@font-face {font-family:font188; mso-font-alt:"Times New Roman"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; mso-hyphenate:none; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"Lucida Sans Unicode"; mso-bidi-font-family:font188; mso-font-kerning:.5pt; mso-fareast-language:AR-SA;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Investasi untuk acara ini&lt;/span&gt; &lt;b&gt;Rp.10.000&lt;/b&gt; &lt;span style="color: orange;"&gt;per orang, dengan fasilitas&lt;/span&gt;: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“sertifikat,lunch, snack, ruangan full Ac&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="PlaceType" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="PlaceName" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face {font-family:"Lucida Sans Unicode"; panose-1:2 11 6 2 3 5 4 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-2147480833 14699 0 0 63 0;}@font-face {font-family:font188; mso-font-alt:"Times New Roman"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; mso-hyphenate:none; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"Lucida Sans Unicode"; mso-bidi-font-family:font188; mso-font-kerning:.5pt; mso-fareast-language:AR-SA;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: -1.35pt; text-indent: 0.5in;"&gt;Sasaran&amp;nbsp; peserta dari kegiatan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Islamic leadership training &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;ini adalah Mahasiswa Muslim (&lt;b&gt;ikhwan &amp;amp; akhwat)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: -1.35pt; text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;Untuk informasi lebih lanjut hubungi dinomor:&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: -1.35pt; text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; - Wahyuda (&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face {font-family:"Lucida Sans Unicode"; panose-1:2 11 6 2 3 5 4 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-2147480833 14699 0 0 63 0;}@font-face {font-family:font188; mso-font-alt:"Times New Roman"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; mso-hyphenate:none; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"Lucida Sans Unicode"; mso-bidi-font-family:font188; mso-font-kerning:.5pt; mso-fareast-language:AR-SA;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;08529977542) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: -1.35pt; text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; - Perdana (&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face {font-family:"Lucida Sans Unicode"; panose-1:2 11 6 2 3 5 4 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-2147480833 14699 0 0 63 0;}@font-face {font-family:font188; mso-font-alt:"Times New Roman"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; mso-hyphenate:none; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"Lucida Sans Unicode"; mso-bidi-font-family:font188; mso-font-kerning:.5pt; mso-fareast-language:AR-SA;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;085696080969)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: -1.35pt; text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CODICK%7E%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face {font-family:"Lucida Sans Unicode"; panose-1:2 11 6 2 3 5 4 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-2147480833 14699 0 0 63 0;}@font-face {font-family:font188; mso-font-alt:"Times New Roman"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; mso-hyphenate:none; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"Lucida Sans Unicode"; mso-bidi-font-family:font188; mso-font-kerning:.5pt; mso-fareast-language:AR-SA;}p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing {mso-style-priority:1; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; mso-hyphenate:none; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"Lucida Sans Unicode"; mso-bidi-font-family:font188; mso-font-kerning:.5pt; mso-fareast-language:AR-SA;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;bangkit dan berjuang&amp;nbsp; bersama Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Daerah Makassar demi kemuliaan kaum &amp;nbsp;muslimin di bawah panji-panji Islam dalam naungan institusi politik yang tangguh yakni Daulah Khilafah Islamiyah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Wassalamu Alaikum Wr. Wb&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-1892374110512372440?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/1892374110512372440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/01/islamic-leadership-training-2010_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/1892374110512372440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/1892374110512372440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/01/islamic-leadership-training-2010_11.html' title='ISLAMIC LEADERSHIP TRAINING 2010'/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S0tBDAcfd8I/AAAAAAAAAFY/o_WFZDF_PrY/s72-c/ILT+fb.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-4936185522878790377</id><published>2010-01-10T23:17:00.001+08:00</published><updated>2010-02-24T01:18:31.698+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Berbagai masalah di seluruh sektor kehidupan mendera negeri ini. Salah satu contoh kecil adalah Kasus Bank Century. Berlarut-larutnya kasus ini membuktikan kebobrokan sistem. Belum lagi kasus-kasus lain yang tak pernah selesai. Mafia hukum, kemiskinan, pendidikan mahal, pengobatan mahal,  kriminalitas yang tinggi, praktek aborsi, HIV/AIDS, Privatisasi SDA dan sekelumit masalah-masalah yang cukup rumit dipecahkan. Semuanya berangkat dari asas sekulerisme yang menjadi sistem negeri ini. Dimana Agama (baca:Islam) dipisahkan dari ranah-ranah pengaturan masyarakat. Agama tak boleh menjadi asas Negara. Hingga akhirnya rakyat (baca:manusia) yang menjadi penentu benar salah untuk menjalani kehidupannya.   &lt;br /&gt;Mahasiswa harus mengerahkan seluruh daya dan upaya untuk mengatasi berbagai masalah yang mendera negeri ini. Langkah utama yang harus dilakukan oleh mahasiswa Islam adalah menjadikan Syariat Islam sebagai tawaran solusi tuntas dan menjadikannya sebagai asas pergerakan. &lt;br /&gt;Syariat Islam adalah kewajiban yang harus dilaksanakan dan diperjuangkan. Untuk menjadikan Islam sebagai satu-satunya aturan yang mengatur manusia tentu membutuhkan adanya sebuah institusi negara adidaya yang mengawal penerapan syariat Islam. Langkah ini persis yang dilakukan oleh Rasulullah ketika mendirikan negara Islam di Madinah, yang selanjutnya menjadi kendaraan politik Rasulullah untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia, bahkan sampai ke nusantara. &lt;br /&gt;Tanpa adanya institusi negara ini maka sulit dibayangkan Islam bisa tegak dengan sempurna dan tersebar ke seluruh penjuru dunia. &lt;br /&gt;institusi negara inilah yang sering disebut sebagai “Daulah Khilafah Islamiyah”. Negara yang pernah menyatukan umat Islam dibawah satu kepemimpinan, selama 13 abad lamanya.&lt;br /&gt;Untuk kembali menancapkan pemahaman Islam kaffah di tengah-tengah mahasiswa dan kembali menggugah hati mahasiswa untuk memperjuangkan kembali tegaknya Syariah dan Khilafah, maka kami dari Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Daerah Makassar telah memformat sebuah agenda yang bertajuk Islamic Leadership Training. Dari kegiatan ini diharapkan mampu tampil mahasiswa Islam ideologis yang akan menjadi penjaga Islam yang terpercaya sekaligus  tampil sebagai sosok pemimpin umat yang tangguh serta mampu menjadi katalisator tegaknya syariah dan khilafah, yang telah dijanjikan oleh Allah, dan sebentar lagi akan terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari kegiatan ini adalah:&lt;br /&gt;• Memotivasi semangat perjuangan khususnya dikalangan mahasiswa, sehingga percaya diri dan yakin untuk tampil sebgai mahasiswa Islam ideologis yang akan berjuang demi tegaknya kemuliaan Islam dan kaum muslimin.&lt;br /&gt;• Menuntun mahasiswa untuk menemukan Islam sebagai satu-satunya pandangan hidup, dan melakukan transformasi sosial menuju kehidupan Islam kaffah.&lt;br /&gt;• Memberikan penyadaran kepada mahasiswa akan pentingnya penerapan syariat Islam dalam naungan institusi Daulah Khilafah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema kegiatan ini adalah:&lt;br /&gt; “Islamic Leadership Training :Menancapkan Iman, Meledakkan Semangat”&lt;br /&gt;Acara Insya  Allah dilaksanakan pada hari, Sabtu 16 Januari 2010,di Aula Prof. Amiruddin Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin (UNHAS)  &lt;br /&gt;# Investasi untuk acara ini Rp.10.000 per orang, dengan fasilitas: “sertifikat,lunch, snack, ruangan full Ac&lt;br /&gt;# Sasaran  peserta dari kegiatan Islamic leadership training  ini adalah Mahasiswa Muslim (ikhwan &amp; akhwat)&lt;br /&gt;# Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami dinomor: Wahyuda:  085299775422&lt;br /&gt;Perdana:  085696080969&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susuna acara:&lt;br /&gt;Waktu Acara&lt;br /&gt;08.30 – 09.00 Pembukaan&lt;br /&gt;09.00 – 09.15 Ice Breaking dan Kontrak Belajar&lt;br /&gt;09.15 – 12.00 Training I : The View Of Live&lt;br /&gt;12.00 – 13.00 Ishoma&lt;br /&gt;13.00 – 15.30 Training II : Becoming Transformational Student&lt;br /&gt;15.30 – 16.00 Istrahat dan Shalat&lt;br /&gt;16.00 – 17.00 Konsolidasi Peserta Training&lt;br /&gt;17.00 – 17.30 Penutupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bangkit dan berjuang  bersama Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Daerah Makassar demi kemuliaan kaum  muslimin di bawah panji-panji Islam dalam naungan institusi politik yang tangguh yakni Daulah Khilafah Islamiyah.&lt;br /&gt;     Wassalamu Alaikum Wr. Wb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-4936185522878790377?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/4936185522878790377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/01/berbagai-masalah-di-seluruh-sektor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/4936185522878790377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/4936185522878790377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/01/berbagai-masalah-di-seluruh-sektor.html' title=''/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-8224457817767022365</id><published>2010-01-08T21:50:00.000+08:00</published><updated>2012-01-24T14:16:33.185+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan'/><title type='text'>PEKAN DISKUSI AKTIVIS DAKWAH KAMPUS</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S0cvgggI9jI/AAAAAAAAAFI/vMAwFec7tnc/s1600-h/facebook.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S0cvgggI9jI/AAAAAAAAAFI/vMAwFec7tnc/s200/facebook.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Di awal bulan ini sekaligus awal tahun 2010 sebuah lembaga mahasiswa yang tergabung dalam BKLDK(badan koordinasi lembaga dakwah kampus) wilayah SULSELBAR mengadakan kegiatan bersama dengan LDK di tiap-tiap kampus dengan mengambil judul "&lt;b style="color: orange;"&gt;Pekan diskusi aktivis dakwah kampus&lt;/b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt; &lt;/span&gt;" dengan tema &lt;b style="color: orange;"&gt;CENTURY GATE:Menuju kehancuran kapitalisme, menyongsong kebangkitan Islam&lt;/b&gt;. sebuah moment yang sangat bagus sekaligus menarik melihat skandal Century yang telah menjadi buah bibir banyak kalangan.&amp;nbsp; Pemberitaan yang gencar terhadap skandal ini telah memperkuat opini yang semakin meluas di tengah-tengah masyarakat. Skandal ini akhirnya menjadi bola liar yang menggelinding semakin kencang. Banyak kalangan berkepentingan terhadap bola liar ini. Ada yang mengarahkannya untuk kepentingan masyarakat, tetapi tidak sedikit juga yang berniatan negatif untuk jual beli kepentingan politik rendahan. Acara ini di adakan di 6 kampus di kota Makassar diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;1. UNIVERSITAS HASANUDDIN (UNHAS)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;2. UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR (UNM)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;3. UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA (UMI)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;4. UNIVERSITAS 45&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;5. POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG (PNUP)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;6. STMIK DIPANEGARA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Kemudian agenda ini pun akan di rangkaikan dengan acara "&lt;span style="color: orange;"&gt;ISLAMIC LEADERSHIP TRAINING&lt;/span&gt;" yang Insya Allah akan di laksanakan pada tanggal 16 Januari 2010 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-8224457817767022365?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://dakwahkampus.com' title='PEKAN DISKUSI AKTIVIS DAKWAH KAMPUS'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/8224457817767022365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/01/agenda-bkldk-sulselbar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/8224457817767022365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/8224457817767022365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2010/01/agenda-bkldk-sulselbar.html' title='PEKAN DISKUSI AKTIVIS DAKWAH KAMPUS'/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/S0cvgggI9jI/AAAAAAAAAFI/vMAwFec7tnc/s72-c/facebook.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-8025873641896950624</id><published>2009-12-24T00:27:00.000+08:00</published><updated>2012-01-24T14:08:04.766+08:00</updated><title type='text'>Natal dan tahun Baru</title><content type='html'>&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Mereka pun(nasrani) menolak natal&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal hampir tiba, banyak orang sangat disibukkan dengan persiapan natal, bahkan di salah satu kota di Indonesia suasa Natal sudah terasa semenjak akhir bulan November. Natal di penjuru dunia dipandang sebagai hari raya Kristen paling utama dan merupakan perayaan hari kelahiran Yesus Kristus. Kata Christmas (Natal) sendiri mungkin mulai digunakan sekitar abad 16.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christmas berasal dari kata “Christ = Jesus Christ” dan “Mass = misa gereja katolik Roma” yaitu “The Mass of Christ” (Kebaktian Misa untuk Yesus Kristus). Kata “mass” sendiri dari “Christ – mass” mungkin berasal dari kebaktian “misa” yang artinya “you are dismissed (kamu dibebaskan)” yang dalam tulisan latinnya “missa eat”. Dari kata “missa” ini muncullah kata dalam bahasa Inggris “massa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua gereja Kristen, kecuali gereja Armenia, merayakan hari kelahiran Kristus pada tanggal 25 Desember. Tanggal ini tidak ditetapkan di dunia belahan Barat sampai pertengahan abad 4 dan di dunia belahan Timur seabad kemudian. Gereja Armenia tetap mengikuti tradisi Timur lama yang merayakan hari kelahiran Kristus pada tanggal 6 Januari, yaitu hari Epifani. Di Barat, Epifani merupakan hari untuk memperingati kunjungan orang Majus ke bayi Yesus, sedangkan di Timur untuk memperingati pembaptisan Kristus. Di Amerika Serikat sendiri, Natal yang dirayakan tanggal 6 Januari disebut sebagai Old Christmas atau Little Christmas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, alasan penetapan tanggal 25 Desember sebagai hari Natal masih belum memuaskan karena banyaknya versi yang muncul, baik itu versi wacana Theophilus of Antioch sampai teori Clement dari Alexandria. Sebenarnya, tanggap 25 Desember merupakan perayaan orang-orang kafir yang terjadi di pertengahan musim dingin. Perayaan ini dimaksudkan untuk memperingati "lahirnya kembali sang surya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku-suku Eropa Utara menyelenggarakan perayaan Yule tersebut untuk menyambut kelahiran sang surya sebagai pembawa cahaya dan kehangatan. Perayaan Roman Saturnalia - perayaan untuk Saturnus (dewa pertanian) dan perayaan untuk memperbaharui kekuatan matahari - juga terjadi pada saat yang sama. Bahkan, ada beberapa tradisi Natal yang berasal dari perayaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik pentingnya perayaan tersebut yang telah terpatri di hati rakyat saat itu, para pemuka gereja dengan bijaksana mengambil keputusan untuk merayakan kelahiran Yesus - Cahaya Kebenaran - pada tanggal yang sama. Keputusan ini dilakukan agar ke-Kristen-an lebih berarti dalam hidup para kafir yang hendak menjadi penganut Kristen. Dan memang, Kristen mulai terasa pengaruhnya dan berkembang di dunia setelah runtuhnya kerajaan Romawi walaupun pada mulanya terasa alot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, orang-orang Kristen menentang pesta dan perayaan Natal yang meriah karena dianggap sebagai usaha untuk mempertahankan budaya kafir, terutama Roman Saturnalia. Mereka menganggap kelahiran Kristus sebagai peristiwa yang khidmad. Akan tetapi sejak pemulaan jugalah, orang Kristen sudah menganggap Natal sebagai hari kudus (holy day) dan hari libur (holiday).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari asal-usulnya, tak mengherankan bila Natal dirayakan secara khidmad dan kadang-kadang secara meriah; di beberapa tempat Natal tampak begitu hening dan kudus, di tempat lainnya terasa penuh dengan kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Natal sendiri merupakan perkembangan/evolusi dari waktu ke waktu, dari perayaan setempat menjadi perayaan musiman, kemudian diadaptasi menjadi festival rakyat dan dikembangkan sebagai perayaan religius sampai menjadi perayaan nasional yang diperkaya dengan legenda dan tradisi lainnya. Karena hubungannya dengan perayaan musim dingin dan kelahiran bayi Yesus, Natal memberikan sumbangsih yang besar kepada dunia, yaitu pengenalan sistem waktu yang baru, tahun Masehi (anno Domini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang, setiap menjelang bulan Desember, Natal sudah mulai bergema di mana-mana. Toko-toko sudah mulai mendekorasi interiornya dengan pernik-pernik Natal. Orang- orang sudah mulai berbelanja keperluan Natal. Kartu "Selamat Natal", warna hijau dan merah, krans Natal, pohon Natal, topi dan sepatu Santa Claus dan benda-benda Natal lainnya tampak di sana-sini menandakan bahwa hari Natal hampir tiba. Tradisi Joy to the World ini memang menandai semangat Natal di hampir seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Sinterklas? Sebuah cerita tentang kebaikan dan pelayanan Santa Nicholas pada jaman dulu, yang selalu identik dengan jenggot, baju merah dan putih yang selalu membawa kado untuk anak-anak, dan sinterklas ini telah berubah menjadi sebuah maskot natal di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi masalah pada perayaan Natal adalah motivasi yang terkandung dalam Natal tersebut, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka melupakan apa arti Natal sesungguhnya, tak lain hanya berkumpul dengan keluarga, tuka-menukar kado, dan sinterklas, bahkan di beberapa Negara peranan sinterklas sangat penting dalam perayaan Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang lucu bagaimana film-film Amerika berusaha meyakinkan bahwa Santa Claus itu ada. Dan Hollywood mengatakan bahwa kita adalah orang aneh sendiri bila tidak percaya bahwa Santa Claus itu ada. Membuat berjuta-juta anak didunia dipenuhi pertanyaan, adakah Santa Claus? Yang selalu memberi kado pada anaka-anak yang baik dengan melewati cerobong asap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi satu fakta yang anak-anak masih polos ini lihat, bahwa Santa Claus hanya untuk orang yang berpunya (karena hanya ekonomi menengah keatas dapat membelikan hadiah anaknya), sehingga sayangnya anak-anak dari ekonomi menengah kebawah ini mulai melihat sebuah ketidak-adilan. Sang maskot ini diprotes, oleh banyak kristen radikal untuk segera dihapuskan. Karena telah mengalihkan banyak orang kristen, terutama anak-anak dari kelahiran Kristus itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah berita yang sempat menghebohkan Negara Amerika tentang Santa Claus ini. Film "The Santa Claus" buatan Walt Disney, menampilkan nomor telpon hotline untuk menghubungi Santa Claus. Maka setelah menonton film itu ramai-ramai anak-anak Amrik mencoba nomor Hotline tersebut. Namun didunia nyata ternyata itu adalah nomor hotline cybersex (seperti Party Line), ada sambutan seorang wanita dengan suara menggairahkan; "Hii sexy.... choose your fantasy...". Pihak Walt Disney saat diminta pertanggung-jawaban oleh para orang tua anak-anak ini karena rusaknya mental, dan membengkaknya tagihan telpon, hanya berkata bahwa itu adalah sebuah kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka :&lt;br /&gt;Encyclopedia Britannica. Vol 5. USA: William Benton (Publisher). 1960.&lt;br /&gt;Encyclopedia Americana. Vol 6. New York: Americana Corporation. 1969.&lt;br /&gt;Khiem Yang, Liem. Ensiklopedi Nasional Indonesia. Jilid 11. Jakarta: PT Cipta Adi Pustaka. 1990.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;©Hx'02&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[http://www.bethany-media.org/wsn/pubs/asal_natal.php]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Lantas bagaimana pandangan Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Penyusun: Ummu Aiman&lt;br /&gt;Muraja’ah: Ustadz Abu Salman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal Menurut Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Natal, memiliki makna ‘Memperingati dan mengahayati kelahiran Yesus Kristus’ (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdiknas terbitan Balai Pustaka). Menurut orang-orang nasrani, Yesus (dalam Islam disebut dengan ‘Isa) dianggap sebagai anak Tuhan yang lahir dari rahim Bunda Maria. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan syariat Islam yang mengimani bahwa Nabi ‘Isa ‘alaihis sallam bukanlah anak Tuhan yang dilahirkan ke dunia melainkan salah satu nabi dari nabi-nabi yang Allah utus untuk hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman dalam QS Maryam: 30 yang artinya, “Isa berkata, ‘Sesungguhnya aku ini adalah hamba Allah (manusia biasa). Dia memberikan kepadaku Al Kitab (Injil) dan menjadikanku sebagai seorang Nabi.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudariku, maka barangsiapa dari kita yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang muslim, maka ia harus meyakini bahwa ‘Isa adalah seorang Nabi yang Allah utus menyampaikan risalah-Nya dan bukanlah anak Tuhan dengan dasar dalil di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Ucapan Selamat Natal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama toleransi dalam beragama, banyak umat Islam yang mengucapkan selamat natal kepada umat nasrani baik kepada kerabat maupun teman. Menurut mereka, ini adalah salah satu cara untuk menghormati mereka. Ini alasan yang tidak benar, sikap toleransi dan menghormati tidak mesti diwujudkan dengan mengucapkan selamat kepada mereka karena di dalam ucapan tersebut terkandung makna kita setuju dan ridha dengan ibadah yang mereka lakukan. Jelas, ini bertentangan dengan aqidah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah saudariku, hari raya merupakan hari paling berkesan dan juga merupakan simbol terbesar dari suatu agama sehingga seorang muslim tidak boleh mengucapkan selamat kepada umat nasrani atas hari raya mereka karena hal ini sama saja dengan meridhai agama mereka dan juga berarti tolong-menolong dalam perbuatan dosa, padahal Allah telah melarang kita dari hal itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (QS Al Maidah: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai saudariku muslimah, ketika seseorang mengucapkan selamat natal kepada kaum nasrani, maka di dalam ucapannya tersebut terdapat kasih sayang kepada mereka, menuntut adanya kecintaan, serta menampakkan keridhaan kepada agama mereka. Seseorang yang mengucapkan selamat natal kepada mereka, sama saja dia setuju bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan merupakan salah satu Tuhan diantara tiga Tuhan. Dengan mengucapkan selamat pada hari raya mereka, berarti dia rela terhadap simbol-simbol kekufuran. Meskipun pada kenyataannya dia tidak ridha dengan kekafiran, namun tetap saja tidak diperbolehkan meridhai syiar agama mereka, atau mengajak orang lain untuk memberi ucapan selamat kepada mereka. Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka kepada kita, hendaknya kita tidak menjawabnya karena itu bukan hari raya kita, bahkan hari raya itu tidaklah diridhai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan, adapun ucapan selamat terhadap simbol-simbol kekufuran secara khusus disepakati hukumnya haram misalnya mengucapkan selamat atas hari raya atau puasa mereka dengan mengatakan, ‘Hari yang diberkahi bagimu’ atau ‘Selamat merayakan hari raya ini’, dan sebagainya. Yang demikian ini, meskipun si pengucapnya terlepas dari kekufuran, tetapi perbuatan ini termasuk yang diharamkan, yaitu setara dengan ucapan selamat atas sujudnya terhadap salib, bahkan dosanya lebih besar di sisi Allah dan kemurkaan Allah lebih besar daripada ucapan selamat terhadap peminum khamr, pembunuh, pezina, dan lainnya dan banyak orang yang tidak mantap pondasi dan ilmu agamanya akan mudah terjerumus dalam hal ini serta tidak mengetahui keburukan perbuatannya. Barangsiapa mengucapkan selamat kepada seorang hamba karena kemaksiatan, bid’ah, atau kekufuran, berarti dia telah mengundang kemurkaan dan kemarahan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, tidaklah diperkenankan seorang muslim mengucapkan selamat natal meskipun hanya basa-basi ataupun hanya sebagai pengisi pembicaraan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadiri Pesta Perayaan Natal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum menghadiri pesta perayaan natal tidak jauh bedanya dengan hukum mengucapkan selamat natal. Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum menghadiri perayaan natal lebih buruk lagi ketimbang sekedar memberi ucapan selamat natal kepada orang kafir karena dengan datang ke perayaan tersebut, maka berarti ia ikut berpartisipasi dalam ritual agama mereka. Dan dengan menghadiri pesta perayaan tersebut berarti telah memberikan kesaksian palsu (Syahadatuzzur) terhadap ibadah yang mereka lakukan dan ini dilarang dalam agama Islam (lihat Tafsir Taisir Karimirrahman, Surat Al Furqon ayat 72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: “Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamu, dan untukkulah agamaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Saudariku, seorang muslim diharamkan untuk hadir pada perayaan keagamaan di luar agama islam baik ia diundang ataupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Merayakan Tahun Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari setelah natal berlalu, masyarakat mulai disibukkan dengan persiapan menyambut tahun baru masehi pada tanggal satu Januari. Bagaimana Islam memandang hal ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, Allah telah menganugerahkan dua hari raya kepada kita, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha dimana kedua hari raya ini disandingkan dengan pelaksanaan dua rukun yang agung dari rukun Islam, yaitu ibadah haji dan puasa Ramadhan. Di dalamnya, Allah memberi ampunan kepada orang-orang yang melaksanakan ibadah haji dan orang-orang yang berpuasa, serta menebarkan rahmat kepada seluruh makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti, hanya dua hari raya inilah yang disyariatkan oleh agama Islam. Diriwayatkan dari Anas radhiallahu ‘anhu bahwa ia berkata, “Ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang mereka bermain-main di hari raya itu pada masa jahiliyyah, lalu beliau bersabda: ‘Aku datang kepada kalian sedangkan kalian memiliki dua hari raya yang kalian bermain di hari itu pada masa jahiliyyah. Dan sungguh Allah telah menggantikannya untuk kalian dengan dua hari yang lebih baik dari keduanya, yaitu hari raya Idul Adha dan idul Fitri.’” (Shahih, dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’I, dan Al-Baghawi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak boleh umat Islam memiliki hari raya selain dua hari raya di atas, misalnya Tahun Baru. Tahun Baru adalah hari raya yang tidak ada tuntunannya dalam Islam. Disamping itu, perayaan Tahun Baru sangat kental dengan kemaksiatan dan mempunyai hubungan yang erat dengan perayaan natal. Lihatlah ketika para remaja berduyun-duyun pergi ke pantai saat malam tahun baru untuk begadang demi melihat matahari terbit pada awal tahun, kebanyakan dari mereka adalah berpasang-pasangan sehingga tentu saja malam tahun baru ini tidak lepas dari sarana-sarana menuju perzinaan. Jika tidak terdapat sarana menuju zina, maka hal ini dapat dihukumi sebagai perbuatan yang sia-sia. Ingatlah saudariku, ada dua kenikmatan dari Allah yang banyak dilalaikan oleh manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang (HR Bukhari). Maka janganlah kita isi waktu luang kita dengan hal sia-sia yang hanya membawa kita ke jurang kenistaan dan menjadikan kita sebagai insan yang merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, Allah telah menyempurnakan agama ini dan tidak ada satupun amal ibadahpun yang belum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan kepada umatnya. Maka tidak ada lagi syari’at dalam Islam selain yang telah Allah wahyukan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak ada lagi syari’at dalam Islam selain yang telah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan pada kita. Saudariku, ikutilah apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tuntunkan kepada kita, janganlah engkau meniru-niru orang kafir dalam ciri khas mereka. Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia merupakan bagian dari kaum tersebut (Hadits dari Ibnu ‘Umar dengan sanad yang bagus). Setiap diri kita adalah pemimpin bagi dirinya sendiri dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang ia pimpin. Semoga Allah senantiasa menyelamatkan agama kita. Wallaahu a’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-8025873641896950624?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/8025873641896950624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2009/12/natal-dan-tahun-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/8025873641896950624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/8025873641896950624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2009/12/natal-dan-tahun-baru.html' title='Natal dan tahun Baru'/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-1538327983831207579</id><published>2009-12-22T13:44:00.000+08:00</published><updated>2012-01-24T14:06:13.140+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 class="contentheading"&gt;   &lt;/h2&gt;&lt;h2 class="contentheading"&gt;&lt;a class="contentpagetitle" href="http://syabab.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=658:18-oktober-2009-sejarah-baru-kebangkitan-pemuda-sumpah-mahasiswa-untuk-indonesia-lebih-baik-foto&amp;amp;catid=73:aktivitas&amp;amp;Itemid=169"&gt;Pemuda, Sumpah Mahasiswa untuk Indonesia Lebih Baik&amp;nbsp; &lt;/a&gt;  &lt;/h2&gt;&lt;div class="article-tools clearfix"&gt;&lt;div class="article-meta"&gt;&lt;span class="createdate"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="createby"&gt;  &lt;/span&gt;      &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="article-content"&gt;&lt;img align="left" border="0" class="caption" src="http://syabab.com/images/stories/pemuda/mhs.jpg" title="Mahasiswa Bersatu untuk Islam &amp;amp; Khilafah" /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt; "Khilafah...!!! Khilafah...!!! Khilafah...!!!" gema teriak lebih dari 5.000 mahasiswa dari berbagai nusantara yang berkumpul di halaman senayan, Jakarta. Ahad, 18 Oktober 2009, menjadi sejarah baru, penyatuan visi dan misi gerakan mahasiswa di Indonesia. Pada kesempatan itu juga, di tengah panas terik matahari, ribuan mahasiswa tersebut menyatakan sumpahnya. "Bismillahirrahim, Sumpah Mahasiswa, setelah kami melihat, mencermati dan menganalisa fakta kerusakan yang ada serta merumuskan kondisi ideal, maka demi Allah, Zat yang jiwa kami berada dalam genggaman-Nya, kami mahasiswa Indonesia bersumpah..." kata seorang mahasiswa yang memimpin sumpahnya di hadapan lebih dari 5.000 mahasiswa dari berbagai daerah di nusantara tersebut.&lt;br /&gt;Walupun harus terpaksa menggelar kongres di luar gedung, lebih dari 5000 mahasiswa yang datang dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT, dan Papua tidak gentar bersumpah untuk Indonesia yang lebih baik [baca: &lt;i&gt;Live: Hari ini Lebih dari 5.000 Mahasiswa Gelar Kongres Mahasiswa Islam Indonesia di Jakarta&lt;/i&gt;]. &lt;br /&gt;Berikut naskah lengkap Sumpah Mahasiswa yang telah dibacakan oleh ribuan mahasiswa peserta Kongres Mahasiswa Islam Indonesia, Ahad, 18 Oktobebr 2009.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;==================================================== &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;Sumpah Mahasiswa Kongres Mahasiswa Islam Indonesia, 18 Oktober 2009&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sejak kemerdekaan hingga lebih dari enam dekade, sekulerisme mengatur Indonesia, terlepas dari siapa pun yang berkuasa. Hal yang sama juga terjadi di negeri-negeri muslim lainnya. Sistem sekuler telah menyebabkan rakyat terus menerus hidup dalam berbagai krisis yang tidak berkesudahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini fakta kemiskinan, kebodohan, kedzaliman, ketidakadilan, disintegrasi dan berbagai problem lain, termasuk penjajahan dalam segala bentuknya, senantiasa mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem sekuler telah mengakibatkan potensi sumberdaya alam dan kekayaan mineral yang sangat melimpah tidak mampu membuat rakyat hidup dalam kebaikan. Justru sebaliknya, rakyat hidup dalam penderitaan. Semua potensi dan kekayaan alam yang dimiliki seolah tidak memberikan arti apa-apa buat hidup rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, setelah kami melihat, mencermati dan menganalisa fakta kerusakan yang ada serta merumuskan kondisi ideal, maka demi Allah, Zat yang jiwa kami berada dalam genggaman-Nya, kami mahasiswa Indonesia bersumpah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa sistem sekuler, baik berbentuk kapitalis-demokrasi maupun sosialis-komunis adalah menjadi sumber penderitaan rakyat dan sangat membahayakan eksistensi Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa kedaulatan sepenuhnya harus dikembalikan kepada Allah SWT – Sang Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan - untuk menentukan masa depan Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan sepenuh jiwa, kami akan terus berjuang tanpa lelah untuk tegaknya syari’ah Islam dalam naungan Negara Khilafah Islamiyah sebagai solusi tuntas problematika masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan kepada semua pihak bahwa perjuangan yang kami lakukan adalah dengan seruan dan tantangan intelektual tanpa kekerasan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan bahwa perjuangan yang kami lakukan bukanlah sebatas tuntutan sejarah tetapi adalah konsekuensi iman yang mendalam kepada Allah SWT.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="center"&gt;Jakarta, 18 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================================================&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SzBcm7ueusI/AAAAAAAAAE8/gLq3-Xis_Uo/s1600-h/kmii.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SzBcm7ueusI/AAAAAAAAAE8/gLq3-Xis_Uo/s320/kmii.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, sumpah mahasiswa yang merupakan sumpah generasi muda negeri ini, telah menyatakan secara intelektual solusi mendasar atas segala persoalan yang menimpa negeri ini. Mereka menyatakan, bahwa syariah Islam dalam naungan Khilafah Islamiyyah sebagai solusi tuntas persoalan yang menimpa masyarakat Indonesia dan juga negeri-negeri Muslim lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga, Allah Swt. mendengarkan sumpah yang telah mereka nyatakan. Semoga, sumpah ini menjadi titik awal kebangkitan para intelektual muda Muslim untuk menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Insya Allah, Khilafah Rasyidah yang telah dijanjikan tidak akan lama lagi segera berdiri, amin. Allahu Akbar! [z/f/bkldk/syabab.com]&lt;/div&gt;&lt;h2 class="contentheading"&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;h2 class="contentheading"&gt;&lt;a class="contentpagetitle" href="http://syabab.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=760:mahasiswa-sulselbar-gelar-konferensi-mahasiswa-islam-indonesia&amp;amp;catid=73:aktivitas&amp;amp;Itemid=169"&gt;Mahasiswa Sulselbar Gelar Konferensi Mahasiswa Islam Indonesia &lt;/a&gt;  &lt;/h2&gt;&lt;div class="article-tools clearfix"&gt;&lt;div class="article-meta"&gt;&lt;span class="createdate"&gt;    Selasa, 15 Desember 2009 14:44  &lt;/span&gt;       &lt;span class="createby"&gt;    Redaksi  &lt;/span&gt;      &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;img align="left" border="0" class="caption" height="209" src="http://syabab.com/images/stories/ikrar%20sumpah%20mahasiswa.jpg" width="278" /&gt;&lt;b&gt;Syabab.Com &lt;/b&gt;- Di tengah-tengah kerusakan generasi akibat pemaksaan sistem kapitalisme sekulari, ternyata masih ada generasi yang peduli terhadap persoalan Islam dan umatnya. LDK LDM UMI Makassar sebagai Koodinator Wilayah BKLDK Sulawesi Selatan dan Sulawesi barat mengadakan konferensi mahasiswa Islam Indonesia Sulselbar bertempat di auditorium al-Jibra&amp;nbsp; kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Ahad, (13/12/2009). &lt;br /&gt;Tak kurang dari 30 perwakilan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dari perguruan tinggi hadir. Diantaranya adalah LK Uswah UH, Fosdik UNM, LDK HUMANIORA poltek, Fosidi UIN, Umpar pare-pare, STAI Barru, dari BONE, Sinjai, Bulukumba, Unasman Sulbar, Amsir Pare-pare, STIEM pare-pare, STAI AL Fuqan, STIE rezki,LMND 45 ,AKbid Sandi Karsa, dll. Acara Konferensi tersebut dihadiri ribuan lebih peserta dari berbagai kampus di Sulawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing perwakilan mahasiswa memaparkan tentang landasan normatif gerakan, Reposis peran mahasiswa dan variabel-varibel perubahan khususnya Mahasiswa harus menjadikan Khilafah dan syariah sebagai visi-misi dan agenda utama gerakan Mahasiswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="right" border="0" class="caption" height="201" src="http://syabab.com/images/stories/bkldk-ind-timur.jpg" title="Kebangkitan Mahasiswa Muslim" width="268" /&gt;Salah seorang orator dari tanah Toraja, Saifullah menggambarkan napak tilas pergerakan Mahasiswa mulai dari ORla ke Orba, dari Orba ke Orde reformasi&amp;nbsp; semuanya bermuara pada titik yang sama yaitu penderitaan Rakyat. Dikatakannya reformasi yang ada sekarang ini adalah bentuk paling ideal dari reformasi, tapi toh reformasi tak menyelesaikan masalah. maka seharunya mahasiawa tidak menjadikan reformasi sebagai agenda utama, tapi harus mempertegas dan memperjelas Visi misi perjuangannya. untuk itulah bagi mahasiswa harus menjadikan penerapan syraiah dan penegakan Khilafah&amp;nbsp; sebagai visi-misi bersama untuk membangun Indonesia yang kuat dan terdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir konfererensi sebagai untuk menyatukan&amp;nbsp; komitmen bersama, BE KORWIL BKLDK Sulselbar Muhammad Sabran mengundang ketua-ketua LDK, perwakilan BEM, dan utusan kampus untuk meng-Ikrarkan Sumpah Mahasiswa 18 Oktober 2009. Seluruh peserta mengikuti ikrar Sumpah dengan antusias dan bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, BKLDK Nasional menggelar Konferensi Mahasiswa Muslim Nasional di Jakarta, yang menawarkan solusi syariah dan Khilafah untuk Indonesia [&lt;i&gt;baca:&lt;a class="contentpagetitle" href="http://syabab.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=658:18-oktober-2009-sejarah-baru-kebangkitan-pemuda-sumpah-mahasiswa-untuk-indonesia-lebih-baik-foto&amp;amp;catid=73:aktivitas&amp;amp;Itemid=169"&gt;18 Oktober 2009: Sejarah Baru Kebangkitan Pemuda, Sumpah Mahasiswa untuk Indonesia Lebih Baik [+foto]&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;]. Acara yang dihadiri oleh lebih dari 5.000 mahasiswa dari nusantara ini juga mendeklarasikan Sumpah Mahasiswa sebagai koreksi bagi Sumpah Pemuda. &lt;br /&gt;Sumpah mahasiswa tersebut merupakan sumpah generasi muda negeri ini, telah menyatakan secara intelektual solusi mendasar atas segala persoalan yang menimpa negeri ini. Mereka menyatakan, bahwa syariah Islam dalam naungan Khilafah Islamiyyah sebagai solusi tuntas persoalan yang menimpa masyarakat Indonesia dan juga negeri-negeri Muslim lainnya. [m/muda/dk/syabab.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-1538327983831207579?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/1538327983831207579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2009/12/pemuda-sumpah-mahasiswa-untuk-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/1538327983831207579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/1538327983831207579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2009/12/pemuda-sumpah-mahasiswa-untuk-indonesia.html' title=''/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SzBcm7ueusI/AAAAAAAAAE8/gLq3-Xis_Uo/s72-c/kmii.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1997422864565066814.post-3543366879563390196</id><published>2009-12-14T19:01:00.001+08:00</published><updated>2009-12-14T19:01:33.274+08:00</updated><title type='text'>Sekilas  tentang khilafah</title><content type='html'>apa sih khilafah??&lt;br /&gt;kok akhir-akhir ini jadi banyak yang ngomongin??&lt;br /&gt;mungkin dulu ada yang bilang gini, “khilafah??” “jenis makanan kering macam apa tuh??”&lt;br /&gt;tapi alhamdulillah seiring berjalannya waktu, semua umat muslim di seluruh penjuru dunia mulai menyerukan khilafah islamiyah, warisan sistem kepemimpinan dari sang uswah tercinta Rasulullah saw. khilafah inilah yang akan membebaskan kita dari penghambaan terhadap sesama, penghambaan terhadap hukum buatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Sesungguhnya Allah telah menghimpunkan kepadaku bumi. Aku pun telah melihat sebelah Timur dan Baratnya. Sungguh kekuasaan umatku akan sampai pada bumi yang dihimpunkan kepadaku itu” (HR Muslim, Abu Daud, at-Tirmidzi dan Ahmad). &lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;khilafah adalah janji Allah. suatu saat seluruh kaum muslim dari berbagai negri akan bergabung di bawah satu kepemimpinan, dan saksikanlah ketika Islam mulai kembali memimpin dunia, saksikanlah peradaban yang gemilang, dan saksikanlah bahwa dirimu menjadi salah satu yang memperjuangkannya.&lt;br /&gt;nah, sampai bertemu dalam barisan terdepan garda perjuangan ini sodara..&lt;br /&gt;siapkan dirimu, karna perjuangan masih akan terus berlanjut..&lt;br /&gt;KHILAFAH, adalah janji Allah..&lt;br /&gt;Allahu akbar !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1997422864565066814-3543366879563390196?l=badai-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/feeds/3543366879563390196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2009/12/sekilas-tentang-khilafah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/3543366879563390196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1997422864565066814/posts/default/3543366879563390196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://badai-khilafah.blogspot.com/2009/12/sekilas-tentang-khilafah.html' title='Sekilas  tentang khilafah'/><author><name>sirhan fathul</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8CimNFyhRu4/SynvS6Iy7VI/AAAAAAAAADY/68S8twljYoQ/S220/sirhan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
